“Disini kita akan membahas tentang relationship,sex bebas, Politik dan Agama. Dan gua harap ga ada lagi yg bersuara weess weess, kalian datang kesini karena siap mendengar kita” ini adalah kalimat pembuka dari Adriano yang gua kutip secara singkat.
We Could Be Right - ini adalah acara yang di buat oleh 3 orang comic pintar yaitu Pangeran Siahaan, Adriano qalbi dan Kukuh Adi. Sebuah suguhan show Standup Comedy yang mampu membuat gua pribadi sangat amat puas karena show ini dapat meluapkan emosi gua dengan ketawa abis-abisan disini. Ke-tiga comic ini dapat membawakan materi yang benar-benar dapat kita sebut “keresahan dengan jujur”. Mungkin semua yang menonton akan paham bahwa di dalam show ini mereka seperti tidak peduli dengan kata “Comedy” mereka hanya bicara dengan jujur yang justru dapat kita nikmatinya dengan riuh tawa yang keras.
Kesungguhan mereka dalam show ini dapat dilihat dari bentuk poster bahkan gua pribadi menilai hasil kreatif dari Kukuh untuk backdrop panggung sangat cerdas. Dengan bentuk seperti gambar di poster acara namun mereka buat dengan bentuk cutting. Sungguh ide sederhana yang membuat euforia mereka sangat terasa.
@pangeransiahaan -
Membuka acara dengan berhasil membahas hal-hal sensitif. Bahkan dia sempat menantang semua orang dengan bilang “Boleh yah gua tantang kalian,sampai sejauh mana batas sensitif kalian”. Dan selama acara gua merasa dia telah membuktikan bahwa “Comic yang kritis bukan berarti enggak lucu dan gak bisa buat orang yang mendengarnya tertawa”
@kukuhya -
Salah satu teman dekat gua yang paling keren!! dia adalah orang yang freak buat gua baik diatas atau dibawah panggung (tiduran di tengah jalan raya buat dia biasa) tapi juga bisa menjadi orang yang sangat sopan dan halus. Dan di show ini dia telah berhasil menunjukan ‘The real Kukuh”. Kemampuan yang menggila di panggung berhasil membuat gua tertawa keras dan parah banget!! Keren!! Gua ingat banget saat dia bilang “orang yang korupsi ga pantes disebut koruptor karena keliatan keren, mendingan mulai sekarang kita panggil mereka SI BANGSAT TUKANG AMBIL DUIT ORANG biar ketemu di jalan dia malu!” Terlihat aneh bahasanya tapi LUCU PARAAH!!
@adrianoqalbi -
Yang satu ini adalah mentor gua di SUCI3 dan selalu buat gua puas setiap liat performance dia. Dan dia adalah teman yang cocok untuk sharing, ditambah masukan dia tentang pekerjaan gua sehinga gua bisa ngerasa nyaman dengan karir yang gua jalani sekarang. Di malam itu dia membahas masalah Relationship dan sampai ke agama. Materi dia yang tentang relationship sangat amat buat gua puas. Dia adalah orang yang bebas beropini but he can make me agree with his opinion. Kita bisa dapat banyak fakta lucu di materinya yang selalu buat orang berpikir “iya bener juga”. Satu hal yang selalu gua syukuri dari dulu setiap nonton performance dia adalah ga pernah bawa cewe gua karena fakta yang dia ungkap berbahaya buat sepak terjang laki-laki x))).
Gua nonton di hari pertama dari acara yang dibuat 2 hari berturut2 ini. Dan gua yakin di hari ke-2 mereka pasti lebih berhasil karena sudah lebih siap dan banyak belajar dari performance hari pertama yang bahkan hari pertama aja udah sebegitu bagusnya. Mereka membuktikan kualitas bukan berasal dari ketenaran, mereka gak membutuhkan TV untuk mebawakan materi2 mereka. Mereka enggak membutuhkan fanbase untuk mendapatkan Loyal Fans dan ini terbukti dari penonton yang menonton mereka dari show “We Are Not Allright” datang lagi untuk menonton “We Could Be Right”. Sebagai Comic gua nonton mereka puas dan secara mata orang biasa gua nonton mereka Puas Banget! Buat gua ini adalah komentar yang enggak berlebihan.
Wednesday, April 24, 2013
Tuesday, April 23, 2013
TAWA DARI TIMUR
"Setelah kita melewati 12 minggu dengan rintangan yang berat,kini
kita akan menjalani babak penentuan untuk masuk ke babak GRANDFINAL. Namun sesuai
kesepakatan diawal bahwa masuk ke 18 besar sudah suatu keputusan bersama bahwa
kita ini adalah saudara. KIta sudah dipertemukan menjadi saudara di SUCI-3 ini
sehingga siapapun yang menjadi juara adalah salah satu dari saudara kita. Dan
peringkat hanyalah urutan yang tidak akan merusak persaudaraan kita". Ini
adalah sepenggal doa dan wejangan dari orang yang paling tua di 3 besar, Arie
Kriting kita menyebutnya. Salah satu nama dari 3 orang yang memang saya
faforitkan untuk menjadi juara di SUCI-3 ini.
Diantara
18besar finalis SUCI-3 kami memang sudah menguatkan diri untuk memberikan yang
terbaik bukan semata-mata persaingan kompetisi. Sebuah fakta yang mungkin
memang tidak bisa diakui 100% kebenarannya, diantara para finalis-pun pasti
masih ada yang mengemban tugas personal untuk menjadi juara dan bisa juga kita
sebut sebagai ambisi. Tapi selama ini kami dapat membuktikan bahwa ambisi bisa
dikalahkan dengan rasa 'Nothing to lose" yang diberikan oleh para finalis
lainnya dan kebersamaannya.
18 besar
finalis SUCI-3 semua adalah orang-orang yang terdekat sebagai tempat saling
belajar dan berbagi. Namun pasti masih ada beberapa orang yang memamng paling
dekat satu sama lain. Gua sendiri sangat dekat dengan beberapa finalis dan
salah satu yang paling dekat adalah Arie Kriting. Entah kenapa saya yg sudah
kenal dia dari setahun lalu namun baru bisa bertemu semenjak SUCI ini mendadak
sudah seperti saudara dari minggu pertama kami. Arie adalah orang yang paling
gua ingin untuk terus melaju di tiap babak.
Dia adalah
salah satu orang yang bisa memberi motivasi teman-teman comic lainnya. Arie
yang sebagai perwakilan dari @standupindo_MLG mempunyai cita-cita yang sama
dengan gua yaitu membangun @StandupIndo untuk setiap daerah manapun. Banyak hal
tentang komunitas yang sama dengan yang gua utarakan dengan dia, dari persoalan
kemajuan komunitas,comic dan Standup di Indonesia. Mungkin kita bukan siapa-siapa yang bisa
berpengaruh suaranya, tapi kita sepakat mempunyai visi dan misi yang sama
bukanlah hal yang buruk untuk diperjuangkan.
Gua dan
Arie juga mempunyai banyak sosok yang sama-sama kami segani seperti Sammy,Ernest,Pandji,Reggy
dan Adriano. Banyak belajar dari mereka adalah yang selalu kami bicarakan.
Sempat terjadi pertentangan tersendiri awalnya untuk dia mengikuti SUCI-3 ini.
Tapi jalan yang dia pilih ini sudah keputusan bulat karena dia tau jika dia bertarung
sendiri di jalan yang comic lain tempuh mungkin kemampuan finansial dia tidak
menyanggupi untuk bertahan jika harus bertarung di Jakarta. Akhirnya SUCI-3
adalah suatu yang dia pilih untuk membesarkan namanya. Dan terbukti dengan
kemampuannya dia bertahan sampai ke 3 besar SUCI-3 Kompas TV. Dia membuktikan
dengan kestabilannya untuk selalu mencapai posisi aman dan tidak pernah
mendapatkan posisi tidak aman di tiap minggunya. Sungguh konsistensi yang dia
tunjukkan.
Mungkin
beberapa orang akan menanyakan tentang
waktu yang Under di 3 besar ini. Tapi layaknya finalis lain semua orang bisa
mengalami kesulitan juga kesalahan dan mungkin yg harus disayangkan adalah
waktu yang tidak tepat. Tapi sekian lama pembuktian yang dia berikan sudah
merupakan langkah yang berarti dan senjata yang cukup untuk menjalankan apa
yang ingin dia berikan untuk terus melaju kedepan.
Arie adalah
sahabat dan saudara yang terbaik buat gua, saat semua orang standing aplause
melihat dia close mic mungkin gua adalah orang yang bahkan gak sanggup berdiri
menahan tangisan. Dan kini dia menjadi sosok yang sudah mempunyai tempat
tersendiri di hati dan menjadi juara bagi para penggemarnya (bapak2,ibu2
pengajian dan penghuni rumah terakhir). Dan Arie adalah orang yang pasti akan
selalu menunjukan karya-karya terbaiknya nanti. Arie adalah sosok yang sangat
menyanjung budaya timur bukan hanya karena dia dari timur tapi karena Indonesia
adalah negara timur.
Thursday, March 21, 2013
Berkah Pagi Ini
Pernah ada yg merasa bersyukur kita dilahirkan sebagai
kandungan? Tidak terbayang kita harus lahir sebagai telur. Kenapa gua
mengandaikan hal ini? karena bertelur itu hanya membutuhkan pengorbanan untuk
menghangatkan kondisi telur sampai dia pecah. Tapi mengandung butuh banyak
pengorbanan dari segi fisik dan mental. Sang ibu yg melahirkan kita harus
berjuang keras selama 9 bulan dan mendapatkan sakit yg luar biasa hebatnya.
Tapi kenapa saya angkat topik ini? Karena seorang ibu yg melalui perjuangan yg
lebih berat dari sekedar bertelur saja sering kita tidak pedulikan.
Seorang ibu yg berdoa selalu untuk anak2nya, setiap
pagi. Namun kenapa kita sering
mengabaikan doa2nya. Pernah terbayang untuk sekali2 mencoba mendengarkan isi
doa ibu kita? tidak? Cobalah dan kalian akan tau dan juga merasakan setiap
tangisan mereka. Kita akan tau bagaimana harapan mereka agar kita selalu dalam
kondisi yang baik dan selalu mendapatkan yang terbaik untuk kita.
Sebelum gua menulis ini, gua mendengar dan melihat nyokap
gua berdoa menyebut nama anak2nya satu persatu. Seperti semua penyesalan terhadap
sosok ibu ada di mata dan ingatan. Dan gua jadi berpikir bahwa Doa ibu kita
dipagi hari mungkin itulah berkah pertama kita disetiap pagi. Dan kita lo yg
harus memanfaatkan berkah ini sebaik2nya.
Monday, March 18, 2013
Catatan si Comic
Sepertinya gua udah lama juga
yah ga nge-blog, lagi fokus standup nih kayaknya hahaha. Allhamdulillah gua
sekarang bisa lebih fokuslah di bidang yang gua cintai ini. Standup Comedy, dan
kayaknya asik juga sih kalo gua bahas dunia gua bersemayam ini (ngeri juga yah
denger bahasa gua, gak nyangka).
Okey gua mulai dari awal gua
standup yg makin ingin nyoba setelah liat video Raditya Dika, Pandji, Sammy
Notaslimboy, Ernest, Mosidik dan Ryan. Okey secara jujur gua harus akuin karena
merekalah gua ingin mencoba dunia ini. Dan terbukti gua jalanin sampe sekarang.
Harus diakui ada beberapa comic baru yg
kadang tidak suka dengan materi atau kelucuan mereka, tapi mereka juga harusnya
akui karena merekalah kita bisa mulai dan tau tentang standup.
Siapa yg akan tau bagaimana
cara mencoba jika ga ada Video dari mereka, saat di Comedy Cafe? siapa yg akan
tau kalo saja kualitas mereka saat itu tidak layak untuk masuk industri
pertelevisi-an? bagaimana caranya kita punya banyak comic matang kalau tidak
ada acara bergengsi seperti Standup Kompas TV dan Street Comedy dari
StandupIndo yg jebolan juaranya sering nongol di Metro TV?
StandupIndo, komunitas ini
adalah tempat gua dibesarkan sebagai comic tempat gua mempunyai keinginan untuk
melahirkan tempat latihan baru di daerah gua, dan sebagai tempat latihan bagi
yang tidak ingin keluar jauh dari daerah gua. @StandupBTS (bintaro-tangerang-serpong)
namanya. Komunitas kecil yg gua buat bersama @NDIGUN dan masih berkembang
(walaupun pasang surut comic) ditambah dengan comic2 baru yg mulai semakin
maju. Di komunitas ini telah melahirkan Comic2 yang buat gua keren2 dan mulai
dikenal di dunia broadcasting dan juga dunia comic. Liongky, David dan.....
hmmm... daaaaan...hmmm itu dulu yah! gapapakan? Tapi btw temen2 comic lain di
BTS juga punya sesuatu yg bisa diandalkan dan kita udah seperti temen
seperjuangan yg membantu komunitas seperti Apri, Hakim, Tyo, Tiara dan Unyil
juga Arya (tp yg 2 terakhir lebih milih jd selebtweet) dan sekarang ditambah
dengan beberapa comic baru juga yg gabungan dari Standup Ciledug. Tempat ini
lah, gua memulai membangun arti Standup di daerah gua.
Waktu memulai standup gua
adalah orang yg meninggalkan status pekerjaan dan menjadi comic seutuhnya di
tengah temen2 comic lainnya. Gua mulai openmic sendiri sampai pada akhirnya gua
kenal dan mempunyai temen2 seperjuangan yg memulai dari nol namun beberapa
diantara mereka sekarang maju dengan pesat seperti:
Adjis,Ndigun,Kukuh,Pepeisham,Krisnaharefa,Fauza Iam dan beberapa orang lainnya
seperti Awwe, Kemal juga Diga Badia,yuda keling,jokowi,ahok,agung hercules dll
(asal ajalah gua sebut nama). Karena merekalah kita selalu punya motivasi
tersendiri untuk maju sebagai comic ditambah lagi beberapa diantaranya punya
kemajuan pesat. Tapi momen2 kebersamaan ini selalu gua kangenin. Karena
merekalah gua bisa sampai seperti ini di Standup, mungkin gua terlihat naif
saat bicara begini tapi inilah gua. Selagi kebaikan lo tidak mengharapkan
keuntungan jgn pernah takut berbuat baiklah dan jangan dengerin kata2 orang yg
cuma buat lo menunda kebaikan lo dan tentu aja resiko lo tanggung sendiri yah.
Yang bikin gua makin menjadi
di dunia standup ini adalah saat dimana gua bisa kenal orang2 yg dulu gua
jadikan bahan pelajaran, seperti Bang Sammy yg sekarang menjadi ketua
StandupIndo dan panutan buat setiap comic, dengan ketegasan dan kebaikannya dia
yg menganggap semua comic adalah teman buat dia. Materi yg cerdas dan mampu
menjalar ke arah2 yg berat menjadi sosoknya makin di idolakan para temen2
comic. Gua bisa ketemu dan belajar banyak dari Pandji kalo soal materi ga usah
diomongin yah, tapi sikap dia tentang standup buat gua belajar lebih. Ketemu
Ernest, yg bisa buat gua belajar banyak tentang memanaging sesuatu di dunia
Standup dengan secara detail. Gua bisa ketemu dengan bang Arief Didu yg udah
kayak abang sih di dunia standup, mungkin karena gayanya yg abang2 tapi dia
punya banyak ilmu yg banyak gua pelajarin dari dia. Sebenernya sih banyak yg
gua temuin tapi ya kali deh gua bahas semua yg jelas orang2 seperti Bang
Robert, Daned, Adriano,Isman,Ryan, dan banyak beud dah! semua punya ilmu yg gua
ambil.
Semua kehidupan gua di dunia
ini sangat kasih gua perkembangan tersendiri. Gua bisa kenal temen2 sampe ke
Komunitas2 luar kota bahkan gua bisa main kemana aja di jakarta ini seperti
Bekasi dengan comic2 gilanya yg hampir semua kemampuan lucunya di atas rata2
comic umumnya, Depok yg punya kemampuan lebih dalam membalik2an kata,
Jogja,Malang,Semarang dll. Semua komunitas2 ini hebat2 bahkan ga cuma di pulau
jawa, di Samarinda menghasilkan Setiawan Yogy, Padang punya PrazTeguh dan Buanyak
lah pokoknya.
Kenapa gua tulis-tulisan ini
untuk sekedar berbagi kepada yg baca bahwa dunia standup ini semuanya buat gua
udah seperti Keluarga Besar STANDUPINDO, kita semua ga perduli siapa darimana,
tampilnya dimana aja, Stasiun TV apa biasanya kita tampil, tapi saat di Tempat
kita berkumpul semua sama yaitu COMIC STANDUPINDO. Dengan bergabung disini kita
punya banyak ilmu dan teman dengan bidang yg berbeda2. Karena Komunitas
StandupIndo yg membawahi komunitas2 standup lainnya lah yg buat gua seperti
ini. Yang baru bergabung sebagai Comic nantipun kalian akan mengerti kok dunia
ini. Dan gua bahkan punya pernyataan tersendiri untuk komunitas ini
"Komunitas sudah memberikan sesuatu terhadap comic, dan saatnya comic lah
yg memberikan sesuatu pada komunitas
Monday, December 31, 2012
Memulai awal baru
Dan sekaranglah saatnya gua nge-blog lagi, yang mau gua ceritain adalah bagaimana cerita gua selama bekerja. Buat yang baca mungkin kisah ini tergolong cerita yang subjektif, tapi gua angkat cerita ini hanya untuk membagi apa yang gua rasain dan ga bisa gua ungkapin. jadi so sorry kalau cerita ini ada yang menyinggung banyak pihak.
Btw awal mula gua mau cerita tentang pekerjaan gua adalah saat gua memutuskan resign. Gua kerja di dunia EO, dunia yang awalnya temen gua pernah tanyain ke gua "dim, EO itu orang2nya saling menjatuhkan satu sama lain yah?". But i also give them all my best answer about this work, "Kagak coy tapi yang namanya persaingan di dunia kerja pasti ada".
Persaingan? okey inilah yang benar2 gua rasain.
PERSAINGAN DIDUKUNG PERTEMANAN ADALAH PEMENANGNYA.
Setuju dan gak setuju inilah yang gua rasain. mungkin gua terlalu insecure dengan segala kegiatan gua tapi gua sendiri juga ga bisa melawan apa yang gua rasa. Oh iya, posisi gua adalah gua ini seorang yang mempunyai mimpi untuk kerja dan tidak berhenti di hobby entertainment gua, Salah? apa yang salah dari mencoba untuk menjalani kedua hal itu? kalo ngomong susah yah semua hal ga ada yang mudah kok dalam urusan meraih mimpi that's why i dont wanna give up. Toh yang gua lakukan di dunia entertain pun masih merintis, gua belum sibuk untuk mendapatkan penghasilan dari bidang yang satu ini. Terus? dimana kesibukan gua? cuma satu hal yaitu pekerjaan gua di EO. Dimana ada keputusan pasti disitu ada masalah. Yak, masalah datang karena terkadang gua punya kesibukan yang ga bisa dicampur adukan sampai ada beberapa hal yang harus gua pilih. Kadang gua ga bisa Open Mic (latihan untuk standup comedian) karena pekerjaan, dan kadang sebaliknya. Tapi disinilah konflik awal pekerjaan gua muncul, Bos gua tau gua sering standup dan dia bahkan pernah tiba2 melihat gua muncul di TV lalu klien gua pun pernah melihatnya sampai ada candaan oleh klien gua "wah dimas pantesan aja event gua berantakan dia malah sibuk standup!" padahal saat itu belum ada satupun event yang berjalan dari klien gua itu jadi ga ada satupun event yang berantakan. Mulai dari situlah tiba2 bos gua berpikiran bahwa gua gak fokus ditambah lagi saat dia ada gua udah ga ada, dan dia tau gua lg OpenMic. Tapi yang gua pikirin disaat itu adalah kenapa seorang karyawan ga boleh pulang sebelum bosnya dateng? bukannya itu udah jam 9 malem yah? sementara gua krja udah seharian? btw gua paling sering telat dikantor dengan 2 alasan:
1. gua berpikir pulangnya malem dan ga ada lemburan juga, so buat apa gua terlalu banyak habiskan waktu di kantor? bukannya udah 8 jam yah?
2. Gua gak nyaman dengan suasana yang terlalu bebas seakan bukan kantor.
Gua gak fokus? apa karena dia melihat gua sering ga ada di kantor? hanya sebatas itu? pertanyaan ini sring di kepala gua. Gua ini adalah tipe orang yang kerja santai dan selalu gua bulang ke Tim gua dan orang2 yang kerja di bawah gua "lo boleh ngehe tapi kerja lo hasilnya yang bener". inilah prinsip kerja gua, kenapa gua begitu? karena gua mau semua orang bisa bekerja dengan awal dan akhir yang santai tanpa perlu ada keluhan baik dari segi waktu dan financial, "apa gunanya jadi atasan kalo hanya jadi omongan di belakang. dan buat apa lo dipatuhi tapi selalu dijelek2in segala kebijakan lo dari belakang?"
Jadi, gua minta maaf kalo hal ini terlihat gua gak fokus, dan ditambah lagi ada temen kerja gua yang rela menghabiskan waktu bersama di kantor, but im not that type. Dan kalau memang hal ini menjadi perbandingan bagi gua dan teman kerja gua yang lain, jelas gua kalah. Tapi kalau karena gua standup comedian, selama ini gua hanya latihan kok, dan kalau gua harus dilarang untuk menunjukkan keseriusan gua? gua jelas akan jawab "kalo lo larang gua standup itu sama aja lo larang orang lain latihan futsal" berbeda jenis tapi sama tujuan yaitu "hanya latian!"
Di awal kerja, gua berdiri sendiri di kantor yang isinya orang baru semua. Adaptasi adalah hal yang gua lakukan sampai gua mendapatkan Tim yang bekerja dibawah gua dan sekali lagi gua menegaskan posisi gua adalah teman dan gak pernah mau dianggap atasan biarpun rasa hormat di dalam pekerjaan itu dibutuhkan. Tapi gua gak pernah gila hormat, gua menegaskan sistem "kita belajar bersama" dan terbukti banyak yang pernah ikut dan belajar bareng gua mereka sekarang sanggup dan mampu kerja sendiri. Tapi cerita gua gak berhenti sampai disitu, beberapa keahlian gua dan loyalitas gua keluarkan di kantor ini (karena emang gua cinta) sampai beberapa orang ingin menarik gua kerja sama mereka tapi gua selalu jawab "gua punya tanggung jawab moril di kantor ini".
Seiring bertambahnya waktu orang baru mulai bermunculan dan sempat terjadi kejanggalan di kerjaan gua. Pertama masuk ada seorang karyawan baru yang ditarik jauh2 dari bandung untuk masuk kantor gua, dan gua yang paling susah basa basi terhadap bos gua ini pelan2 mulai didiemin terlebih orang baru itu sangat amat aktif sampai gua pikir negatif. Tapi ternyata dengan bad atitutednya orang itu seluruh kantor sampai freelance dikantor gua pun mulai jengkel dan sekantor pun sepakat bahwa orang itu "cari muka". Dan bos gua pun akhirna sadar walaupun cukup terlambat itupun setelah mengalami kerugian baik di personal maupun financial.
Awal tahun 2012 kantorpun pindah dan kita sepakat meninggalkan orang itu. Tapi dengan adanya yang gugur maka yang baru pun hadir lagi. Dia adalah seorang perempuan yang gua kenal sebelumnya, bahkan sebelum dia masuk kantor gua. Bahkan gua sendiri sempat rekomendasi namun ketertarikan bos gua ternyata juga udah ada untuk menarik dia. Dan selayaknya perempuan yang mandiri gua pun cukup salut dengan keterbukaan dia dalam berbahasa sampai keinginannya untuk belajar. Gua sering diskusi dan memberikan "sedikit" yang gua ketahui tentang kerjaan gua, tapi pada basicnya orang ini sudah cukup mumpuni dibidang ini bahkan namanya cukup dikenal karena sudah beberapa pekerjaan yang dijalankan sebelumnya. Dan dengan kepandaian dan cara kerja yang cepat dan cara bicara yang ceplas ceplos mungkin bos gua merasa bahwa orang ini sangat baik dan enak diajak bicara "dibandingkan gua". Gua sangat amat senang karena pada akhirnya dia pun sangat dianggap suaranya di kantor gua.
Waktu pun melaju dan gua temukan fakta yang mengganjal kembali, gua selalu dapat klien yang menurut gua aneh dan seringkali terdapat masalah hanya karena hal kecil dan pernah ada kesalahan yang dilakukan di tim gua tapi ke gua, btw beberapa kesalahan gua pun ada kok dan gua akuin itu. Tapi apakah adil kalau kesalahan semua ditumpuk ke gua "tanpa ada komunikasi dimana kesalahan gua" bahkan sampai terkadang bos gua intouch langsung ke tim gua tanpa konfirmasi dengan gua terlebih dahulu begitu juga sebaliknya dari tim gua ke bos gua. Dan keadaan guapun berbanding terbalik dengan dia si orang baru itu, dia mendapatkan klien yang bisa diajak bicara apapun bahkan saat dalam masalah sekalipun, bahkan sampai ada ketertarikan personal dari klien gua yang gua akuin kelebihan diapun bukan hanya di fisik namun juga skill personal saat dia kerja. Tapi apakah hal itu bisa dijadikan tolak ukur untuk perbandingan? menurut gua pribadi tidak, karena hal2 seperti itu bukanlah hal yang cukup objective untuk dijadikan perbandingan. kenapa gua angkat soal perbandingan? karena sempat terucap perbandingan dari bos gua ke dia "dia itu kerjanya lebih baik dari lo". Sempat terlintas dari segi mananya? tapi gua yang sekali lagi malas untuk berdebat (dikarenakan saat gua argumen, gua akan menyodorkan fakta yang akan menjadi panjang persoalan dan gua ga mau ribet). Sampai akhirnya gua sadari tidak adanya komunikasi yang baik membuat gua pun menjadi tidak terlihat (secara jujur gua ingin kok ditanya hal2 personal yang membuat bos gua kenal sama gua dan cara berpikir gua).
Perlahan gua mencoba untuk diam dan lebih memilih memperbaiki pekerjaan gua, bahkan sampai bos gua bisa gua yakini untuk menjalankan 2 project di PRJ dan itu mengurus booth besar dengan program yang lumayan besar juga secara bersamaan bahkan saat itu pun gua masih memegang event di luar PRJ. Btw, kalo menurut yang gua tau, baru kantor gualah yang pernah memegang dua brand besar di PRJ secara bersamaan. Dan salah satu brand yang gua pegang, gua dibantu oleh salah satu orang baru yang sudah mempunyai "banyak tim" yang belerja dibawahnya secara freelance. Kerjanya bagus dan teamworknya sangat bagus bahkan gua terbantu karena saat PRJ mulai berjalan perlahan gua tidak terlibat langsung sama booth itu dan gua fokus di booth yang lain. Tapi entah kenapa saat event berjalan si orang baru inipun (yang ternyata sudah kenal dan dekat dari lama sebelum kantor ini berjalan sama bos gua) mulai lebih dianggap dari pada gua, bahkan dia sempat berterimakasih dan bilang kalo event ini berjalan cukup lancar karena dia. Hanya dia? lah nama gua kemana? i dont care but when i know some fact about this i start to think about that! angka budget yang lebih dari perkiraan yang menurut gua itu bisa menjadi tambahan buat gua (budget lebih dari event itu terkadang bisa menjadi pemasukan lebih buat para pekerja eo) dan ternyata bos gua bilang ke orang baru itu "dimas ga usah dinakin angkanya dia udah megang yang lain". okey gini yah, i dont fucking care about that money but why? kenapa dia segitunya? bukankah dari awal event gua berperan dan kenapa seakan2 dia memperlakukan gua sepertintidak ada yang gua lakukan sebelumnya, bahkan dia sampai memotong budget gua yang untuk jasa concept gua di booth gua lainnya. Apa alasannya? gua gak pernah tau sampai sekarang kenapanya tapi bukankah itu hak gua? okey sekali lagi gua coba untuk sabar dengan pandangan dia ke gua sekali lagi "gua gak dianggap".padahal jujur konsep booth di PRJ itu yang satu sepenuhnya gua dan yang satunya lagi gua pun berperan karena gua sendiri yang buat kontennya namun dikarenakan sebelumnya sudah ada yang dihire membuatnya, tapi secara content dari gua. atau mungkin dari event gua yang diluar PRJ karena terjadi banyak masalah disitu dan gua sampai dibilang event gua yang itu ga pernah gua tengok. Mereka boleh anggap itu semua tapi PIC project itu saat ada masalah diskusi sama siapa? dan kenapa hal yang gua pernah gua diskusikan sama bos gua dianggap tidak pernah? dan kenapa tim gua yang lain yang juga gua ajak diskusi berkilah dengan kata "gak tau tuh dimas" bukankah dia juga tau? sampai akhirnya kesalahan terjadi banyak di event itu apa itu dibawah kehendak gua? dan kenapa harus gua lagi yang disalahin atas semuanya? kemana picnya? kenapa lgsg ke gua? bukankah gua ga ada di lapangan? apa salah kalo gua tiba2 ga nyaman? mungkin inilah yang dibilang buat apa gua kerja baik2 kalo baik pun ga dianggap.
Setelah PRJ terjadi perubahan sistem dan gua pun kena "naik jabatan secara harafiah namun turun gaji" dengan alasan ini adalah masa percobaan. okey, percobaan? untuk orang yang udah setahun kerja? turun gaji? dengan sebelumnya udah 2 kali dan sekarang ketiga kalinya gua turun gaji? apa semua itu masih harus gua masuk masa percobaan? sekali lagi atas dasar apa? gua ga tau tapi gua tunjukin sekali lagi bahwa gua cinta pekerjaan dan kantor ini, uang bukanlah hal utama untuk gua jadiin alasan gua kerja disini.
Masa percobaan pun gua jalanin dengan keikhlasan hati. Selang 3 bulan gua pun mulai ngerasa aneh, semua orang sibuk kerja dan gua enggak. cuma ambil brief lalu ga ada progress kerjaan gua mulai "easy come easy go". Sementara seluruh kantor sibuk dan orang2 baru dikantor gua sibuk bahkan gua merasa kedekatan mereka bertambah hanya minus gua. mereka diskusi dan cerita tanpa gua. gua pun menjauh karena merasa tidak dibutuhkan, mungkin buat para koruptor siksaan ini lebih ga enak dari penjara apalagi kalau mereka tidak dikasih pekerjaan dan tidak digaji cuma disuruh diam dikantor tanpa bicara. bahkan yang pernah gua pikir bos gua mau ngomong sama gua, dan gua tunggu sampai malam tapi ternyata dia bilang dia sibuk dan harus pulang lalu gua ketahui dia gak langsung pulang tapi ngobrol di tempat salah satu orang kantor gua bahkan sampai pagi. Apa segitunya yah? dia ga mau ngomong sama gua tapi dia bisa ngomong sama orang lain segitu lamanya. apa salah gua? gua ga tau. dan di bulan ke 3 ada project masuk bahkan gua sampai kasih sindiran halus ke bos gua, bahwa gua butuh project lalu dikasihlah project itu dan gua sebagai perbantuan. lalu apa yang terjadi? ternyata dia sendiri tidak ada omongan ke pic yang megang project bahwa gua juga akan terlibat. Sampai akhirnya gua yang "minta" ke mereka dan dapatlah gua kerjaan untuk di hari H. karena gua pikir kerjaan gua hanya sebatas di hari H jadi gua pikir selama persiapan gua tidak dibutuhkan, apalagi setelah posisi gua di ploting gua pun ga di brief apapun jadi gua pikir gua hanya tinggal tunggu technical meeting aja. Tapi ternyata gua dengar ada omongan bahwa "ah dimas ga jelas di event ini" seketika gua langsung tegur PICnya. "kerjaan gua jadi bukan cuma di hari H? lo mau minta bantuin gua buat persiapan? lo ada ngomong sama gua gak sebelumnya!". kenapa gua keras? karena gua berpikir harusnya kalopun mereka butuh gua kenapa mereka gak kordinasi? apa karena gua ga masuk? waktu itu gua ga masuk dikarenakan bokap gua kecelakaan dan itupun gua ijin ke bos gua, tapi apa yang bos gua bilang waktu dia denger cerita tentang gua yang ga jelas? GAK ADA!! dia mendukung omongan mereka bahkan dia sampai bilang ke yang lainnya bahwa dia ingin "kecilin kantor" dan gua termasuk di salah satunya. Sekali lagi gua tanya, apa salah gua? kenapa gua ga bisa diajak ngomong sama mereka? kenapa mereka milih untuk bicara dari belakang?
Gini yah, gua itu termasuk orang yang fair, apapun yang gua bilang tentang orang dari belakang sebisa mungkin gua akan omongin langsung ke orangnya. Dan untuk hal ini gua merasa bahwa seluruh orang ngomongin bos gua tentang segala kebijakannya, mereka mengumpat bahkan mereka keras. tapi, apa yg terjadi kemudian di depan bos gua? mereka ga bisa ngomong apa2 bahkan cenderung menyelamatkan diri. Apalagi saat ada yang ditawarkan untuk senang2. Disini yang gua ga suka, karna kalo lo ambil manisnya jangan lo keluhin pahitnya! dan dengan rela hati gua memutuskan untuk keluar.
Memutuskan keluar bukan hal yang mudah, karena gua harus mengambil keputusan bukan secara emosi tapi secara visioner. Tapi jujur, kondisi gua dari 3 bulan yang lalu adalah kondisi dimana gua dan keluarga gua butuh dengan financial karena dirumah gua yang kerja hanya gua dan kakak gua, itupun kakak gua sedang hamil dan dia harus memikirkan dirinya dulu juga suaminyapun harus kerja untuk kakak gua. Tinggal gua lah yang harus memikirkan diri gua di tengah banyaknya masalah keluarga yang lagi datang bahkan untuk pengeluaran2 lainnya. biarpun kakak gua tetap bantu tapi gua pun harus ada di posisi itu.
gua pernah kok diomongin dari belakang dengan dibilang "ah, dimas mah kalah hebat dari orang itu" padahal yang ngomong sama gua baru kenal seminggu dan belum pernah kerja sama gua sebelumnya atau bahkan gua dulunyanga tau dia siapa apalagi dia itu cuma freelance. tapi gua ga ambil pusing, karena ada pepatah yang bilang "lo belum benar2 menuju sukses kalo lo ga pernah diomongin atau dijelekin dari belakang". Eh gua ngomong pepatah yah? hahahaha yaudahlah yah ini cuma buat jelasin kok, toh kalopun lo punya kata2 puitis ataupun motivasi bukan untuk ditaro di objek ataupun diumbar sembarangan karena akan membuat lo terlihat pencitraan. gua tulis cerita ini bukan untuk menjatuhkan pihak lain, gua cuma cerita yang belum pernah gua ceritain kesiapapun, gua yakin semua orang yang ada di cerita ini adalah orang baik. gua yakin bos gua punya rencana yang lebih baik untuk anak buahnya, gua sadar susahnya gua basa basi dan komunikasi menjadi salah satu pengaruh buat gua di kantor sedikit terasingkan. Gua hanya ingin membagi pengalaman dan sedikit pelajaran bahwa menyerah bukan jalan yang baik buat kita. dan apapun alasannya kita memutuskan sesuatu jangan didasarkan emosi. gua juga ingin siapapun yang baca ini belajar untuk berpikir objective terhadap orang lain dan tidak hanya memandang satu sisi. berpikir sebelum bicara terkadang diperlukan jangan hanya mengambil persepsi sebelah mata, lo dilahirkan bukan untuk sekedar memandang semua pria itu brengsek atau semua perempuan hanya bekerja menggunakan selangkangan. kita harus akui bahwa kebanyakan pria lebih kuat dan ada wanita yang bekerja lebih baik dari perempuan. dan jangan saat ada orang yang lebih baik, kita malah berusaha menjatuhkan. jangan terlalu campuri urusan orang baik kerjaan dan pribadi, ada hal yang ga perlu lo tahu apa yang terjadi sama kehidupan pribadi orang lain.
Dan sekarang gua di awal tahun 2013 ini gua harus memulai segala sesuatunya dari NOL baik pekerjaan sampai isi tabungan =)) . but i dont care and im not afraid! gua hidup untuk berusaha dan bukan menyerah, gua yakin TUHAN gakkan tutup mata, gua yakin masa depan dan perubahan gua ada di tangan gua. Sekali lagi gua ga takut untuk mewujudkan mimpi gua, gua ga minta menjadi orang kaya yang bisa berkuasa dan dipandang dimana2 tapi gua yakin gua bisa meraih prestasi tertinggi di hidup gua karena usaha gua dan bukan tangisan juga rengekan gua ke orang2.
2013 buat gua bukan resolusi tapi revolusi!
Friday, May 25, 2012
Tidak Penting!!
Gua mungkin bukanlah seorang penulis, gua hanya bercerita. Cerita kadang bisa membuat gua mengerti aliran dalam hidup. Kadang untuk mendapat kepuasan adalah cerita yang panjang namun dimengerti.
Sekian lama gua tinggalkan Blog ini, tapi kini gua mencoba untuk meletakkan huruf2 yang ada di kepala gua.
Gak butuh bahasa bagus untuk mengetahui apa yang ingin gua tulis.
Di cerita gua sebelumnya gua mungkin sudah sedikit menceritakan apa yang menjadi mimpi gua, ternyata memang susah.
Ditengah keinginan gua yang menggebu, gua perlahan naik tapi ibarat tebing tinggi kadang untuk mencapai puncak kita tidak menemukan jalan keatas. Sedikit keras namun kita harus tetap membuat jalan kita sendiri.
kerja di dunia gua tidak gampang dan kadang harus merelakan waktu kita terambil dan bahkan gua sekarang telah hadir di dunia yang gua cintai namun tidak sendiri. di tengah keinginan gua yang besar untuk mencapai yang terbaik gua harus merelakan yang lebih baik lahir didalamnya.
Standup Comedy adalah kecintaan gua sekarang, bahkan saking cintanya gua ga pernah mau sendiri. Gua mau semua orang merasakan tapi tentu saja ditengah aturan yang berlaku. Pertumbuhan di dunia ini sangat pesat, banyak bermunculan talenta atau kerja keras yang telah membuahkan hasil bagi orang lain. Persaingan? mungkin iya bagi orang yang punya ambisi pribadi, Tapi tidak bagi gua.
Gua merasa keberhasilan seseorang itu ada waktunya, dimana kerja keras pasti akan terbayar lunas. Bahkan gua mau semua orang menjadi lebih maju karena dengan kemajuan mereka itu pasti akan menjadi motivasi tersendiri buat gua.
Cara itulah yang membuat gua yakin kemajuan bukanlah terukur dari keegoisan tapi kebersamaan.
Sekian lama gua tinggalkan Blog ini, tapi kini gua mencoba untuk meletakkan huruf2 yang ada di kepala gua.
Gak butuh bahasa bagus untuk mengetahui apa yang ingin gua tulis.
Di cerita gua sebelumnya gua mungkin sudah sedikit menceritakan apa yang menjadi mimpi gua, ternyata memang susah.
Ditengah keinginan gua yang menggebu, gua perlahan naik tapi ibarat tebing tinggi kadang untuk mencapai puncak kita tidak menemukan jalan keatas. Sedikit keras namun kita harus tetap membuat jalan kita sendiri.
kerja di dunia gua tidak gampang dan kadang harus merelakan waktu kita terambil dan bahkan gua sekarang telah hadir di dunia yang gua cintai namun tidak sendiri. di tengah keinginan gua yang besar untuk mencapai yang terbaik gua harus merelakan yang lebih baik lahir didalamnya.
Standup Comedy adalah kecintaan gua sekarang, bahkan saking cintanya gua ga pernah mau sendiri. Gua mau semua orang merasakan tapi tentu saja ditengah aturan yang berlaku. Pertumbuhan di dunia ini sangat pesat, banyak bermunculan talenta atau kerja keras yang telah membuahkan hasil bagi orang lain. Persaingan? mungkin iya bagi orang yang punya ambisi pribadi, Tapi tidak bagi gua.
Gua merasa keberhasilan seseorang itu ada waktunya, dimana kerja keras pasti akan terbayar lunas. Bahkan gua mau semua orang menjadi lebih maju karena dengan kemajuan mereka itu pasti akan menjadi motivasi tersendiri buat gua.
Cara itulah yang membuat gua yakin kemajuan bukanlah terukur dari keegoisan tapi kebersamaan.
BOSAN
Yaa, Bosan kadang menjadi suatu pembunuhan dalam berusaha. Kadang mematikan langkan dengan sensitifitas yang meningkat tinggi.
Bahkan kata yang terbilang bagus bisa menjadi buruk di telinga.
Rumah yang menjadi tempat bernaung dengan santai bisa disalahartikan menjadi istana yang penuh kekuasaan.
Letih dalam canda bisa menjadi keluh ditengah keseriusan.
Lari mungkin terlihat tepat bagi sebagian orang yang lupa kerusakan ada di ujung jalan.
Pergi mungkin menjadi pemikiran istimewa bagi pintu yang bisa berpindah saat kita pulang.
Menghadapinya adalah rintangan bagi orang yang terus berjalan di tengah pecahan kaca tanpa lupa dengan alas kakinya.
Ini bukan puisi hanya ungkapan kata yang terbagi ditengah nyata dan bahasa.
Bahkan kata yang terbilang bagus bisa menjadi buruk di telinga.
Rumah yang menjadi tempat bernaung dengan santai bisa disalahartikan menjadi istana yang penuh kekuasaan.
Letih dalam canda bisa menjadi keluh ditengah keseriusan.
Lari mungkin terlihat tepat bagi sebagian orang yang lupa kerusakan ada di ujung jalan.
Pergi mungkin menjadi pemikiran istimewa bagi pintu yang bisa berpindah saat kita pulang.
Menghadapinya adalah rintangan bagi orang yang terus berjalan di tengah pecahan kaca tanpa lupa dengan alas kakinya.
Ini bukan puisi hanya ungkapan kata yang terbagi ditengah nyata dan bahasa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
