Tuesday, January 20, 2015

Berdiri untuk apa?

Mungkin ini adalah kesekian kalinya gua bahas Standup Comedy di blog gua, tapi inilah dunia gua. Gua sendiri mungkin Standup Comedy bukanlah satu-satunya yang gua geluti karena gua masih mempunyai pekerjaan dibidang EO, tapi EO pun hanya salah satunya karena gua juga menjalani beberapa pekerjaan lain yang semuanya menurut gua adalah hasil pengembangan dari Standup Comedy. Inilah kenapa gua angkat Standup Comedy
kembali karena gua MENCINTAI dunia ini dan bukan hanya sekedar tempat mencari rezeki.

Ada yang salah dengan mencari rezeki dari Standup Comedy? Tidak ada. Tidak ada yang salah dan sangat amat tidak salah. Lalu kenapa gua bahas ini? Okey gua akan jabarkan melalui pendapat gua.
Menurut gua Standup Comedy adalah hobi yang membuat gua mempunyai tempat untuk bercerita dengan cara komedi. Hobi atau kegiatan yang gua lakukan ini, perlahan menjadi Passion buat gua. Karena gua melakukan ini atas dasar cinta terhadap bidang ini. Gua adalah salah satu founder dari sebuah komunitas Standup Comedy yang berada di Tangerang, komunitas yang mempunyai akun @standupBTS (Bintaro-Tangerang-Serpong). Awal mula gua mendirikan ini adalah gua
ingin ada tempat latihan (atau yang biasa disebut OpenMic) yang paling dekat dengan rumah gua. Gua sangat menikmati saat opening StandupBts dilakukan dan mulailah dari saat itu banyak comic-comic baru bermunculan. Pasang surut openmic di StandupBTS bukan hal aneh yang terjadi di komunitas gua karena sering terjadi, mulai dari comic yang lebih banyak dari penonton padahal waktu itu comic yang datang cuma 5 orang, sampai penonton ada dan comicnya yang enggak ada.
Pernah juga bahkan Comic ada dan Penonton sudah mulai banyak tapi minggu depannya tempat openmicnya yang tidak ada. Namun seiring waktu karena luasnya area yang dimiliki oleh StandupBTS maka komunitas ini menjadi salah satu komunitas di Indonesia yang mempunyai 2 tempat openmic karena kami dari Tangerang Kota mulai banyak pecinta standup comedy namun terlalu jauh bagi mereka untuk datang ke Bintaro. Hal-hal seperti ini bukan hanya dialami oleh komunitas StandupBTS saja
namun juga dialami oleh komunitas lain diseluruh Indonesia.

Okey mumpung gua tulis mengenai tempat openmic ga ada salahnya kalo gua sedikit menceritakan beratnya sebuah komunitas dengan openmicnya atau mungkin lebih baik kalau gua sebut serunya. Kenapa seru? Karena dari beberapa tempat openmic seluruh Indonesia tidak sedikit menghasilkan beberapa comic yang mempunyai nama besar. Bayangkan dari sebuah komunitas kecil yang terkadang tidak diperhatikan dari beberapa café tempat openmic malah mempunyai comic-comic besar yang sekarang sudah keliling nasional untuk membawakan materinya, padahal dulu banyak pemilik café yang tidak mau mendengarkan materi comic-comic. Dulu gua pernah openmic di Cirebon, kota asal comic SUCI4 yang bernama Yudha Khan dan saat itu gua openmic diatas meja di tempat openmicnya yang hanya di bawah tenda di salah satu tempat pinggiran lapangan futsal tapi di Cirebon. Mereka tetap menikmati openmicnya dan mempunyai penonton tetap, juga Comic-comic loyal terhadap komunitas. Ini hanya salah satu dari komunitas yang gua tau juga pernah openmic di sana dan gua yakin seluruh komunitas Standup Comedy di Indonesia pasti mempunyai pengalaman pahit yang mungkin nanti masih akan mereka hadapi. Tapi apa yang bisa membuat mereka bertahan? Kembali lagi karena cinta mereka terhadap dunia Standup Comedy. 

Mungkin tidak semua materi bisa dinikmati saat openmic namun gua yakin Openmic juga membantu pihak café untuk lebih dikenal. Secara bisnis, pihak café akan lebih untung karena mendapatkan talent gratis tanpa biaya operasional yang besar karena hanya membutuhkan soundsystem yang minim dan juga mereka akan mendapatkan crowd baru, karena seiring bertambah besarnya Standup Comedy di Indonesia maka akan bertambah juga pecinta Standup Comedy dari setiap kota yang
akan mencari tempat openmic untuk mereka latihan atau sekedar menonton secara live. Bukankah secara bisnis Standup Comedy bisa menjadi alternative hiburan yang jauh lebih murah dari Band Akustik yang harus dibayar setiap bulannya? Dibeberapa kota besar seperti Surabaya,Malang,Bogor,Bekasi, dll. Bahkan sudah mempunyai massa tetap yang terus berdatangan sehingga Openmic selalu ramai dan menjadi salah satu icon acara mingguan bagi tiap cafe secara gratis. Jika dilihat secara
bisnis membantu perkembangan Standup Comedy lokal adalah salah satu keuntungan bagi pihak café. Semoga tulisan ini juga ada yang baca dari pihak café.

Setelah gua bahas tentang susahnya para Standup Comedy City Founder atau Admin dan juga ketua Standup Comedy di setiap daerah mendirikan dan menjaga Openmic untuk terus berlangsung. Mungkin sekarang saatnya gua bahas comicnya. Kami (para pendiri Komunitas) yang mendirikan komunitas karena menyukai Standup Comedy adalah orang yang paling tau bagaimana pasang surutnya comic yang naik ke atas panggung Openmic. Gua sendiri mempunyai beberapa comic yang naik ke atas panggung lalu menghilang lagi. Ada yang sudah 2 tahun mengikuti kegiatan openmic di komunitas namun selama 2 tahun total diatas panggung hanya 10 menit. Ada juga yang setelah masuk tv lalu menghilang. Bahkan ada juga yang karena akhirnya ngerasa gak mirip atau gak lucu dengan comic yang dia ikutin dari TV terus menghilang gitu aja. Gua gak masalah cuma yang mau gua bilang kalau mereka serius Standup Comedy bisa dipelajarin karena gua sendiri juga gak lucu-lucu amat tapi gua tetap latihan supaya gimana caranya gua mendapat tawa di atas panggung.  Mungkin gua adalah orang yang gak peduli apapun pendapat orang yang penting gua tetap belajar dan terus usaha. Kenapa gua bilang usaha? Karena gua tau akan ada yang lebih lucu dari gua nantinya tapi bukan berarti gua juga gak mau jadi bertambah lucu dari sebelumnya. Gagal di atas panggung sering. Di cap ga lucu sebelum naik panggung juga sering. Tapi bukan berarti gua berhenti Standup. Gua adalah alumni suci 3 yang bukan juara dan bahkan bukan 5 besar, dicap enggak lucu dari orang-orang karena gua dieliminasi diawal juga ada, tapi bukannya gua sendiri masuk suci 3
mengalahkan ratusan orang saat itu? Kata-kata ini setidaknya obat terbaik gua. Gua pun juga tetap ada job untuk standup atau job karena gua standup seperti skenario dll. Kalaupun job gua ga sebanyak yang lain trus kenapa? Gua masih bisa kerja yang lain kan? Bukannya dulu  sebelum gua Standup juga gua udah punya kerjaan. Apa gua harus berhenti Standup? Gua Standup karena gua hobi dan gua cinta dunia ini. Dunia dimana komunitasnya selalu memikirkan ketawa dan memaksa kita mempunyai sisi pandangan juga pemikiran lain tentang sebuah masalah atau keresahan, maka sangat disayangkan jika ada konflik yang terjadi dari dalam dunia Standup. Karena semua masalah diatas panggung Standup biasanya diselesaikan dengan suara tawa. Kembali lagi ke awal dengan cerita gua soal susahnya mendirikan Standup dan latihan berulang karena rasa suka dengan Standup. Menulis materi lucu bukan hal mudah walau mungkin mudah untuk beberapa orang, jadi ga
ada alasan untuk kita sia-siakan waktu yang udah pernah ada.

Gua kemarin denger salah satu materi comic yang bilang "gua udah 4 bulan ikut standup comedy dan belum pernah masuk TV" baru 4 bulan dan dia udah resah? gimana yang udah lebih dari 1 tahun? Dari awal gua ikut Standup Comedy gua gak pernah berharap untuk gua akan masuk TV, gua cuma berharap kalo gua masuk TV gua akan dipanggil lagi. Bukan karena gua mau terkenal tapi kalo TV mau manggil gua lagi berarti kualitas gua dianggap ada. Yang justru gua sayangkan adalah mau Standup karena cuma mau masuk TV dan akhirnya nyerah. Gua gak mempermasalahkan tujuannya, gua cuma menyayangkan kenapa nyerah? Tapi yang lebih disayangkan kalo sudah masuk TV dan merasa ada yang lebih baik dari mereka trus ujung-ujungnya berhenti padahal dulunya mulai karena hobi bukan karena popularitas. Mungkin juga kalo kita terkenal dan hidup jauh lebih baik akan membuat kita berbeda dari sebelumnya cuma karena ketidaksiapan kita hidup dengan penuh expose sampai lupa dengan apa yang membesarkan kita. Padahal dulunya kita mulai karena hobi atau merasa passion.  

Saat tulisan ini dibuat Suci5 baru mau mulai dan sudah dipilih nama-nama comicnya. Tapi sebelum nama-namanya terpilih gua pernah mendengar kata-kata "kalau gua gak masuk atau eliminasi diawal gua paling kerja blablabla.." terus ga mau Standup lagi? Salah satu temen
gua yang juga Comic bisa menjadi contoh, yaitu Uus dia dieliminasi diminggu awal dan sekarang dia menjadi naik namanya bahkan menjadi host di acara Suci. Apa itu karena dia nyerah? Untuk orang-orang yang ikut Suci bukannya dulu juga orang biasa yang punya kegiatan lain dan ikut openmic karena hobi? Sama seperti hobi bola dengan main futsal, tanpa perlu masuk timnas lapangan futsal tetap rame dan gua belum pernah denger ada orang yang bilang "ah main futsal ga ada duitnya dipanggil timnas juga enggak! Mendingan gua main karambol ajalah! Saingannya dikit!". David Nurbianto comic dari komunitas gua yang salah satu sahabat baik gua yang pernah gagal di audisi Suci3 tapi dia menjadi sekarang bergelar juara di Suci4.

Sempet ada pertanyaan dari gua saat melihat audisi Suci5 kemarin "kok bisa ada sebanyak ini yang ngerasa Standup Comedy-an tapi gak pernah ada di openmic?". Dari jakarta saja ada ratusan orang dan bahkan jika ditotal dari keseluruhan kota berarti ada lebih dari 1000 orang yang mendaftar audisi. Tapi justru 75% bukanlah comic yang sering openmic, kebanyakan dari mereka adalah orang baru yang audisi karena ingin ada di TV. Ternyata memang banyak yang menganggap dirinya lucu tanpa perlu Openmic di Indonesia. Walaupun lebih banyak yang menganggap suaranya bagus dan ikut Indonesian Idol sih.

Mungkin lebay tapi gua cukup takut Standup Comedy kehilangan passionnya. Menurut gua Suci bukan cuma sekedar menjadi juara tapi juga sebenernya tempat belajar. Dari audisi juga bisa menjadi tempat belajar bahkan jika gagal. Saat gagal audisi mungkin kita bisa belajar bagaimana caranya lapang dada, kita bisa belajar untuk menulis dengan materi yang
lebih baik atau belajar cari kerjaan lain. Suci bukanlah surga bagi para comic tapi jadikanlah salah satu tujuan positif dari kerja keras diStandup Comedy. Kalau kita bagus nantinya juga kita bisa maju dengan cara lain. Karena banyak yang tanpa Suci tapi bisa juga hidup di Standup Comedy. Lagian Suci juga bukan tempat yang mudah untuk menjadi juara karena banyak hal yang harus kita siapkan. Dan jika tidak ada rasa passion pasti akan semakin berat. Gua menulis ini karena berharap tetap adanya Standup Comedy yang semakin membaik dan Suci adalah salah satu ajang untuk mengetes potensi Standup kita apakah kita memang pantas untuk juara atau tidak. Harus diakui juga bahwa Suci juga membuat Standup Comedy menjadi lebih besar tapi jika gagal baik di Suci atau dimanapun jangan cepat menyerah. Dan Kalo memang ada yang menganggap bahwa Suci seperti Surga bagi para Standup Comedy-an maka jangan lupa dengan konsep pertanyaan "jika Surga tidak ada
apakah kalian akan mau berbuat kebaikan?" sama dengan Standup Comedy "jika Suci tidak ada apakah kalian akan tetap mau menjadi comic?".

Friday, January 2, 2015

Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru! Yak, ini adalah ungkapan basa-basi diawal tahun. Ungkapan yang sebenarnya hanya ada dinikmati saat kita proses pergantian tahun. Waktu yang seakan-akan memberikan izin untuk kita melakukan pesta atau hingar bingar. Merayakan sesuatu yang hanya berubah secara tanggal dan tidak signikan perbedaannya. Acara tahun baru gak pernah buat gua dari jam 23.59 ke 00.01 menjadikan gua orang yang berbeda dari sebelumnya, enggak membuat perbedaan apapun. Gak ada yang baru hanya dalam waktu sedekat itu tapi cara menyambut kita seakan-akan perubahan itu akan terasa dengan cepat. Gua sih mau aja pesta besar-besaran dan bayar mahal untuk merayakan tahun baru tapi setelah gua hitung mundur terus teriak 3…2…1… SELAMAT TAHUN BARUUUUUUU!! Dan 2 menit kemudian gua naik jabatan.



Banyaknya acara yang yang diadakan untuk merayakan tahun baru, tidak sedikit yang memaksa pengunjungnya harus bayar mahal untuk mengikuti acara tersebut. Bayangkan ada yang bayar sampe 3 juta rupiah untuk acara tahun baruan bahkan mungkin lebih. Dan mereka bayar semahal itu cuma untuk menonton ratusan kembang api di udara dan sisanya acara biasa yang bisa dinikmati tanpa perlu tahun baru. Padahal kalo cuma kembang api aja mereka bisa nikmatin di hari lebaran, emang sih bedanya gak ada hitungan mundur. Misalkan, SEPULUH!!.. SEMBILAN sampai TIGA!!... DUAAAA!!...SATUUUUU!!!! MINAL AIDIN WAL FAIDIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIIIIN!! Kalau emang ada yang merayakan lebaran dengan hitungan mundur itu cuma tukang minta-minta di lampu merah senen! Itu juga ngitungnya dari DUA RATUS! Kalau cuma menikmati hitungan mundurnya, berarti uang 3 juta itu cuma untuk 10 detik? Bayangin 3 juta abis cuma dalam waktu 10 detik, itu kalo gua yang ikut acaranya gua pasti itungnya dari 3 juta lah!
TIGA JUTA!! DUA JUTA!! SEJUTAAA!! SELAMAT TAHUN BARUUUUU!!!

Pertanyaannya, uang 3 juta itu sebanding atau enggak dengan resolusi gua di kedepannya? Atau uang 3 juta itu sudah pantaskah kita gunakan untuk merayakan resolusi kita ditahun sebelumnya?  Atau jangan-jangan resolusi kita ditahun sebelumnya sebenarnya tidak tercapai? Ini yang jadi masalah, uang yang kita keluarkan hanya untuk merayakan kegagalan ditahun sebelumnya dan berharap tercapai ditahun depannya dengan cara bersenang-senang? Kalau ada yang begini seharusnya mereka Jangan seneng-seneng! Seharusnya mereka dirumah merenungi kenapa bisa gagal ditahun sebelumnya.

Alasan gua nulis ini sederhana, karena menurut gua Tahun Baru adalah patokan waktu gua untuk menjadi tolak ukur kemajuan dalam periode 1 tahun. Dan bukan menjadikan keharusan untuk menghambur-hamburkan uang atau gaya hidup mewah. Pemborosan yang dilakukan dalam konsep kembang api pun menurut gua bukanlah hal yang wajar. Gua ini kerja di EO dan gua pernah survey harga kembang api yang bagus untuk dapat dinikmati 5-10 menit bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta dan itu pun belum ditambah dengan membayar perijinan ke pihak kepolisian. Entah yang dinikmati adalah tampilan kembang api di udara atau suaranya. Kalaupun suaranya kan bisa ditayangkan dalam bentuk MP3 atau kalau tampilannya kan bisa pake video ulangan kembang api tahun lalu.

Kalaupun mungkin memang ada yang bilang “biarin sih! Kan ini duit gua sendiri! Biarin dong tiap orang punya cara masing-masing menyambut Tahun Baru” kalaupun memang ada yang bilang begini gua akan jawab “gua gak maksain tahun baru kalian dengan cara yang gua mau, gua tetap mengembalikan pilihak ke kalian masing-masing. Namun semoga kemeriahan tahun baru kalian tetap mengingatkan kalian untuk tetap meraih yang terbaik di tahun kedepannya.” Atau “Silahkan berpesta dengan meriah dan semoga di tahun kedepannya acara tahun baru kalian akan lebih meriah, dengan keberhasilan kalian memenuhi resolusi yang kalian inginkan. Dan semoga acara Tahun Baru kalian bukan hanya jadi alasan untuk bermewah-mewahan menggunakan alasan MENYAMBUT TAHUN BARU”.




Thursday, February 6, 2014

Mereka Terlalu Berani, Kita yang Malas

Mereka terlalu berani kita yang sudah malas

Mungkin ini  adalah topic ke-2 gua yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan Dalangnya Bangsa atau yang biasa kita sebut pemerintahanKenapa mereka disebut dalang? Karena menurut gua merekalah yang menyebabkan akar pengendali negara ini.

Mereka terlalu berani. Betul sekalibanyak hal yangmenurut gua mereka sangat berani dalam mengambil banyak keputusan. Jika kita membahas dari segi kelompok atau golongan bisa dilihat dari Beraninya Demokrat masih menjadi Partai dan juga masih berani ingin ikut dalam pencalonan presiden. Dari mana mereka bisa mengambil kesimpulan, bahwa Rakyat Indonesia akan seberani merekaMereka pikir Rakyat Indonesia akan berani untuk mendukung partai yang banyak menghasilkan keburukanNama-nama seperti Angelina SondakhAndi MalarangengAnasNazarudin yang kemudian disusul Sutan Bathoegana, Allen Marbun danTri Yulianto sudah menjalin hubungan erat dengan KPKsekarangBagaimana mungkin kita akan memilih kembali partai yang visi dan misinya bertolak belakang dengan kenyataannyaMelawan korupsiMungkin maksudnya adalah melawan partai lain untuk korupsi, karena yang boleh menurut mereka cuma DemokratSudah seharusnya iklan Anti Korupsi dari Demokrat diganti menjadi seperti slogan BSI yang diperankan oleh Obama (palsuagar dapat kembali kepercayaan rakyat Indonesia karena akan menimbulkan kesan jujur.mungkin akan lebih baik kita dengar seperti ini Korupsi? Di Demokrat ajah!!”.

Memang banyaknya kasus yang dialami partai yang mempunyai warna biru  itu seharusnya membuat mereka berpikir 1000 kali untuk kembali membentuk partai dan maju ke pemerintahanMungkin mereka lebih cocokmenjadi komunitas gemar memancing setidaknya warna biru yang mereka pakai sebagai almamater akan indah dilihat di atas lautKarena kasihan mereka pasti akan bingung jika menggunakan cara promosi yang samaAtau mungkin selama ini kita saja yang salah mengartikan 4 slogannyaseperti:
  1. Katakan tidak pada korupsi
  2. BersihCerdasSantun
  3. Lanjutkan
  4. Berjuang untuk rakyat
Mungkin kita saja yang selama ini salah mengartikanslogan mereka. Mungkin maksudnya mereka adalahKatakan tidak pada korupsi kecuali mainnya bersih dengan cara cerdas dan tetap terlihat santun kalau sudah begitu ya lanjutkan dengan tetap berpura-pura berjuang untuk rakyat.

Bagaimana mungkin mereka mau angkat slogan yang samaApalagi 3 bintang iklan Demokrat yang anti korupsinya saja sudah terjerat kasus korupsi. Mungkin tinggal tunggu saja kapan anak tercinta dari Presiden kita akan terseret (walaupun agak susah karena banyak cara menutupinya). Ini menarik mengingat  Ruhut pernah mengeluarkan statement “Potong leher saya jika Ibas Korupsi” entah ini adalah tanda kepercayaan diri atau tanda bahwa dia tidak ingin malu setelah sibuk menjilat Ayahnya dengan membela Anaknya karena jika dia digantung maka malunya tidak akan berasaTapi kembali lagi seperti judulnya ini adalah cara yang berani bagi Ruhut untuk bicara seperti ini. Mungkin dia berani karena “jangankan potong leher yang gantung leher aja belum selesai.

Sekarang sang Kepala Negara kita yang memang sangat amat beraniBanyak keberanian yang dia lakukan saat menjalani masa jabatannya sebagai Kepala Negara dari berani bilang tidak pada korupsisementara Partainya bilang iyaberani bilang akan maju paling depan kalau ada yang terbukti korupsi (tapi sampai saat ini tidak pernah atau mungkin maksudnya adalah depan layar twitter), berani curhatsampai berani-beraninya ngerasa selera musiknya bagusdengan buat album yang dia sendiri gak ikutan nyanyi!!. Dan yang paling menarik menurut gua adalahsaat dia memberi keputusan bahwa menteri-menteri dalam kabinetnya tidak boleh menjadi pengurus partai.Tapi kemudian seluruh menteri dari Demokrat menjabat sebagai pengurus partai bahkan dia sendiri berani menjabat 4 kedudukan di partainya. Sungguh keberanian yang polos sekali seakan dia menganggap kita akan lupaapa saja yang dia ucapkanMaaf pak, gua tidak lupa kan media dimana-mana pak.

Keberanian Penduduk Atas lainnya adalah mencalonkan diri jadi pemimpin. Yang gua maksud dengan PendudukAtas adalah penduduk yang merasa dirinya di atas anginMereka berlomba-lomba ingin menjadi pemimpin, baik di daerah atau bahkan Negara. Bahkan ada yang merasa mendapatkan petunjuk dari YME untuk bekerja atas nama rakyatmaaf tapi buat situ petunjuk buat kita musibah. Dari seorang artis penyanyi yang bahkan kita tidak tau lagunya apa atau bahkan saat dia nyanyi, dia sendiri gak tau sedang apasampai ke pemain film yang banyak adegan panasnya padahal badannya gak bagus-bagus amat tapi karena disukain sama raja dangdut ya langsung ngerasa cantikAduh mbak namanya juga Raja Dangdut yaa seleranya Dangdut juga pastinya. Jangan kepedean deh.

Orang-orang yang bahkan berani mencalonkan diri sebagai presiden banyak yang aneh. Yang aneh gua sebut disini bukan yang punya sejarah tersendiri dari Negara ini. Dari Dahlan Iskan yang doyan pencitraanRhomapenyanyi yang doyan kawin sampe Farhat yang doyan gosipin orang lain. Kalo cuma nyari pencitraanpenyanyi doyan kawinsampe tukang gossip, mah.. enggak usah ribet nyari dari 3 orang. Syaiful Jamil aja juga udah cukup!! Lengkap tuh Doi!!

Tapi justru saat mereka yang terlalu berani kita malah malas menanggapi sampai malas untuk terlibat padahal suara kita dibutuhkan untuk menggerakan Negara ini agar jauh dari orang-orang seperti mereka. Jangan mau mereka merasa bahwa seluruh penduduk rakyat Indonesia mau dibayar suaranya untuk Pemilu seperti yang di daerah-daerah. Karena mereka minim pendidikan dan minim biaya hidup makanya mereka mau. Tapi seperti anekdot Undang-undang Dasar pasal 34 “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara sehingga mereka benar-benar dipelihara makanya berkembang lebih banyak. Awalnya, mungkin buat gua ini adalah jokes biasa tapi sekarang gua tau, mereka ingin memelihara semua itu agar tetap banyak yang menjadi bodoh karena jika semakin banyak orang yang mereka pikir bisa dibodoh-bodohin maka itulah kesempatan mereka untuk BERANI MERASA LEBIH PINTAR dari kitaKalau memang mereka malas tapi kita lah yang jangan malas untuk mencoba mengajari mereka bagaimana agar tidak dibodoh-bodohin oleh mereka yang mencoba untuk menjadi pemerintah.

Kalau saja para pemerintah itu mau berusaha untuk membodohi mereka dengan berbagai macam caramengapa sekarang kita tidak bisa? Naif terdengar tapi bisa kita lakukan dari hal kecil yaitu lingkungan sekitarkarena dari hal itu pasti akan merambat menjadi besar.Karena jangan lupa kita ini adalah Negara yang mayoritas penduduknya adalah menengah kebawah dan karena inilah dapat dikendalikan. Dan jika mereka semua dapat dikendalikan maka kitalah yang akan merasakan imbasnya dengan mempunyai Pemimpin yang bisa semakin memburuk. Silahkan pilih hasilnyaseperti judul bukunya SBY “selalu ada pilihan” tapi dia sendiri sudah bukan menjadi pilihan.

Terima Kasih sudah membaca


Dimzy

Thursday, December 26, 2013

SELAYANG PANDANG

Ini mungkin cuma pandangan mata gua aja sebagai orang yang menyukai Standup Comedy. Inspirasi tulisan gua ini lahir dari saat gua liat audisi SUCI 4 di Kompas TV kemaren. Gua sendiri adalah lulusan SUCI 3 tapi gua sendiri baru sekali berada di ruangan audisi seharian dan melihat comic2 mengeluarkan materinya di dalam ruangan dan di depan juri yaitu Radit dan Om Indro.

Banyaknya tipe comic bahkan bisa gua sebut tipe orang yang berada di dalam ruangan audisi itu sangat beragam. Standup Comedy sendiri sekarang berada di dalam posisi yang mulai menanjak. Banyak profesi yang menginginkan menjadi Standup Comedy-an mulai dari loper Koran sampai dengan Dokter. Tapi ternyata banyak yang bisa gua ambil sebagai pelajaran disini sebagai seorang Comic.

Standup Comedy yang notabene sudah menjadi alternative hiburan untuk masyarakat Indonesia, ternyata mulai menjadi pusat perhatian dan mulai banyak yang tertarik untuk menjadi pelakunya. Dan gua mau mulai bahas dari untuk orang awam dan yang sudah menjadi comic sebelum adanya audisi.

Orang Awam.

Kenapa gua sebut orang awam disini? Karena menurut gua mereka ingin menjadi comic dengan alasan yang mempunyai berbagai macam sudut pandang sehingga memutuskan untuk ikutan audisi.

a.   Merasa lucu
Sebenernya sih sah-sah aja kalau ada yang merasa lucu dan merasa bisa terkenal lewat jalur comedy, tapi mereka lupa konsep awal standup adalah “keresahan”. Dan orang-orang ini rata-rata adalah orang yang sudah berumur atau ada juga sih yang masih muda tapi kebanyakan Tua (bisa dilihat di tayangan audisi SUCI) nanti. Sempat merasa kasihan sih melihat usaha mereka yang bahkan orang-orang tipe ini sudah ada bahkan dari audisi SUCI 1. Mereka mencoba melontarkan jokes-jokes yang sudah ada di khalayak umum seperti street jokes bahkan sampai ke arah slapstick seperti Joged dan bahkan salto. Bahkan ada yang sampai menggunakan atribut yang ditempelkan ke bajunya agar terlihat lucu. Sekali lagi bukan ini yang kita cari karena Standup comedy sendiri seharusnya hadir untuk menjadi alternative dimana komedi bukan karena tingkah laku yang over active. Dan daripada kita menggunakan baju yang aneh, mungkin bahkan lebih baik kalau orang yang udah tua seperti itu masuk dengan menggunakan batik ditambah celana bahan dan sepatu kerja tapi bilang dimaterinya bahwa dia dari dulu ingin jadi penonton bayaran tapi selalu gagal karena gayanya lebih cocok jadi penonton bayaran acara wayang. At least ada tujuannya berpakaian aneh yang bisa nyambung sama materinya dan bukan hanya terlihat lucu.

b.   Ingin terkenal
Semua orang yang ingin ikut audisi pasti banyak yang ingin terkenal tapi simple aja. Ada baiknya lo belajar dan cari tahu dulu apa yang lo lo mau ikutin untuk terkenal. Jangan hanya sekedar antri panjang-panjang seharian penuh dan malah buat lo akhirnya gagal karena lo ga tau gimana caranya standup comedy. Bahkan Indonesian Idol sekalipun ga pernah meluluskan orang yang bahkan ga tau gimana caranya nyanyi lagu semudah Indonesia Raya kan? Karena ini audisi nyanyi bukan audisi Menpora (sampai dititik tulisan ini silahkan tepuk tangan karena seperti biasa kalo ada materi kritis pasti penonton tepuk tangan)

c.   Mengikuti Jejak Idola
Ini sebenernya salah satu alasan yang paling gua suka “seharusnya”. Menjadi atau mengikuti jejak idola adalah cara salah satu cara memotivasi diri dengan baik untuk maju. Tapi gak ada salahnya sebelum lo merasa “gua bisa jadi seperti idola gua” lo cari tau dulu gimana dulunya idola lo dan bagaimana dia bisa seperti sekarang atau untuk standup comedy-nya lo cari tau dulu bagaimana dia bisa mendapatkan kelucuannya. Jangan akhirnya lo melihat idola lo lucu dan lo akhirnya cuma menggunakan nama idola lo sebagai bahan kelucuan. Bukan kelucuan yang didapat tapi malah lo akan kita anggap sok asik.

Ya dari tiga kriteria orang awam itulah yang mungkin gua sanggup untuk bahas. Sama seperti lo liat kompetisi nyanyi deh apa mungkin lo mau nonton penyanyi yang sehari-harinya nyanyi lagu nina bobo ke anak kecil aja bukannya tuh anak kecil bobo tapi malah berakibat koma. 

Comic.

Buat gua sendiri mungkin sangat menyarankan lo ikut atau sekedar cobain audisi ini, karena dari segi pembelajaran dan penilaian diri ini sangat bermanfaat (tapi kalo emang udah punya materi bagus dan bisa terkenal duluan tanpa ikutan sih ya gausah juga gapapa sih). Gua bahas soal audisinya yah bukan lombanya. Karena terbukti saat audisi rasanya berbeda auranya dengan perform di panggung asli. Mungkin di luar kompetisi ini lo adalah comic yang sangat lucu materinya tapi untuk lo berada di ruang audisi ini rasanya beda dengan panggung asli. Jadi, gua gak akan bahas materi comic tapi lebih ke pandangan personal gua soal mental dan pembelajarannya.

a.   Mental
Hal ini yang paling pertama ingin gua bahas. Gua sendiri pernah merasakan ruang audisi dan gemetarnya atau groginya di depan dua orang juri itu sangat beban tersendiri. Nothing to lose harus gua lakuin, gak penting gua diterima tapi menampilkan materi dengan baik buat gua udah cukup (walaupun rasa ingin lolosnya sangat besar). Tapi ada baiknya ini cuma jadi ajang lo ingin cari tau gimana sanggupnya mental lo dan bagaimana jika lo gagal nanti karena banyak faktor didalamnya dan jangan dilupain audisi ini adalah ajang kompetisi yang berhubungan dengan pertelevisian jadi mungkin bukan hanya sekedar materi bagus yang harus kita bawain tapi selling point dalam diri kita juga yang akan dilihat. Banyak yang ikutan lomba dan sebelumnya sudah pernah menjuarai atau masuk dalam peringkat besar di lomba-lomba off air tapi tidak diterima. Sekali lagi jangan sampai mental kita jatuh, gua tulis begini karena ada beberapa yang terlihat kecewa. Gua sendiri yang bahkan sudah lolos dan sampai melewati masa kompetisi merasa masih ingin bersaing lagi di lomba-lomba off air lainnya karena tujuan gua untuk melatih mental gua sendiri dan seakan gua gak perduli dengan kata-kata “lo kan udah pernah masuk TV” justru karena itu gua sadar diri dan terus coba perbaikin karena suatu saat nanti gua bisa kalah dengan teman-teman lainnya kalau gua gak terus coba apalagi masi ada beberapa temen-temen comic gua yang masih harus gua kejar. Jangan takut sampai lo ngerasa mental lo down atau kecewa karena mungkin bukan lo yang dicari di panggung ini atau ada kesalahan saat audisi yang bisa lo pelajarin kalaupun lo emang tetep pengen masuk standard penilaian juri nantinya. Mungkin lo harus terima kalau memang materi lo yang terbukti di panggung luar harus ditolak. Setidaknya yang gua pelajarin dari audisi karena gua selalu dengerin komentar juri adalah kita harus mempunyai materi yang jika orang lain bawain akan susah karena tingkat emosi dan delivery harus berdasarkan diri kita atau masih ada benang merah dengan persona kita. Contoh comic yang gua bilang LPM nya tinggi banget yaitu Bintang Bete walaupun materinya sesimple dan selucu itu gua yakin ga akan ada yang bisa bawain seperti dia walaupun harus pura-pura menjadi dia.

b.   Pembelajaran
Sebenernya ini bisa kita dapat saat dengerin komentar juri (itu juga kalau juri membiarkan materinya sampe abis) tapi kalaupun enggak, mungkin bisa balik lagi ke poin awal yaitu tingkat persona dan delivery kita yang mungkin agak goyang sehingga emosi pada materi agak berkurang dari biasanya dan tedengar seperti materi yang cuma hafalan. Gua gak mau sotoy sih tapi ini yang gua pribadi ambil semoga yang gua share dari pembelajaran gua bisa sedikit melengkapi apa yang lo pelajari

Dari semuanya mungkin ada satu yang lebih global yaitu ingin masuk TV. Gua sendiri dari angkatan SUCI 3 gak bohong kita semua senang masuk TV, tapi dibalik itu ada yang namanya pengalaman karena terbukti dari gua yang bahkan dieliminasi jauh dari angka juara tetap dapat hasilnya yang significant di tahun ini sebagai seorang comic fulltime. Untuk yang awam jangan cuma sekedar mau masuk TV karena ada yang namanya komunitas StandupIndo yang bisa lo datengin untuk latihan atau nyari tau tentang gimana caranya menjadi comic dimulai dengan bergaul sama para pelakunya yang sudah lebih dulu menjadi comic. Banyak sih comic yang juga tanpa perlu latihan tapi punya materi bagus tapi pertanyaannya, apa lo punya talent seperti mereka? Lo juga harus sadar diri dengan kemampuan lo dan kelemahan lo jangan sampai asal ikut-ikutan kalo emang lo ga punya bakat seperti mereka yang bisa tanpa menulis. Bahkan dari mereka sendiri sebelumnya tetap belajar basic dari Standup Comedy dan gak asal ikutan.

Gak ada salahnya lo sekarang juga anggap standup comedy gak seperti Hiburan doang bahkan lo yang gak mau jadi seorang entertain mungkin juga bisa menganggap bahwa Standup Comedy adalah cara yang bagus untuk belajar Public Speaking yang bisa lo terapkan sehari-hari bahkan pekerjaan seperti presentasi ke klien. Bahkan ada fakta yang gua lihat dengan mata kepala sendiri ada seorang comic di Malang yang mempunyai kekurangan bukan cuma fisik saat dia berdiri tapi juga bahkan dia gak bisa bicara dengan jelas dan kita mungkin dulu gakkan ngerti dia ngomong apa. Tapi ternyata dia bisa ngomong dengan lancar dan jelas kita dengar karena dia belajar Standup Comedy. Jadi udah bukan saatnya lagi kita jadiin Standup Comedy cuma sekedar perbandingan hiburan antar comedy lainnya tapi juga bisa kita jadikan bekal ilmu bagi yang ingin mencoba. Dan jangan cepat nyerah saat kita merasa ga lucu baru sekali dua kali coba. Terus cari cara lain karena semua itu dipelajarin kok. Coba baca buku yang tepat (yang tepat yah jangan buku yang copy-an tapi malah angkat cerita pribadi).

Kalopun Standup Comedy bukan Passion lo tapi bisa lo jadikan ini sebagai pelengkap Passion lo suatu saat nanti.

Sorry kalo gua terlihat sotoy angkat tulisan ini, gua cuma share apa yang bisa gua share dan selama gua yakin tujuannya positif gua akan tetap share opini gua.