Monday, February 9, 2015

SURATKU…CAY

BULAN 1

Dear Kucay,

Hari ini kamu apa kabar, Cay?  Sebelumnya aku minta maaf karena aku hanya bisa menulis lewat surat ini yah, cay, aku belum bisa menyusul kamu untuk terus ada di sisi kamu. Aku tau mungkin aku enggak bisa komunikasi dengan kamu seperti biasanya dulu. Tapi, aku sekarang tahu caranya yaitu dengan surat ini. Walaupun mungkin surat ini enggak akan terbaca lagi sama kamu.

Cay, semenjak kamu pergi, Aku sempat merasakan yang namanya jatuh banget lho. Tapi aku tau, aku gak bisa begini terus, aku harus bangun dari tempat tidur. Aku ga bisa terus2an bikin kamu enggak tenang dengan sedihnya aku. Dan aku tau kalo kamu masih ada di samping aku sekarang, kamu gak akan mau untuk hidup sama aku yang lemah di mata kamu. Kamu enggak mungkin mau hidup dengan aku yang tidak punya kemajuan apapun di hidup aku.

Di surat ini aku akan menunjukkan bahwa aku masih terus jalan dengan adanya kamu di ingatan dan hati aku. Kalau kamu bisa baca mungkin kamu akan bilang aku berlebihan tapi demi apapun yang kamu mau, inilah aku. Sekarang aku mulai kerja seperti biasa dan aku juga membangun mimpi aku dari awal tanpa kamu. Dengan semua cita-cita kamu yang dulu pernah aku dengar dari mulut kamu sendiri, aku mulai membangun mimpi bahwa aku akan lebih baik dari mimpi kamu. Aku akan mengejar semua prestasi kamu yang selalu kamu banggakan. Aku akan menaikkan taraf hidup aku seperti kamu dulu.

Sekarang kamu sudah ada di tempat dimana kamu setiap hari bisa melihat awan yang menutupi bumi tempat kamu berpijak. Aku tau kamu enggak bisa melihat aku di balik awan, di sana karena kita terlalu jauh. Tapi aku tau suatu saat nanti aku akan ada di tempat yang sama dengan kamu.

Kucay, sekarang aku mulai aktif kerja lagi. Aku mulai ketemu dengan semua temen-temen kerja aku lagi. Mereka enggak tanya apapun ke aku, mungkin mereka udah tau gimana perasaan aku semenjak enggak ada kamu. Mereka baik banget lho! Mereka enggak pernah biarin aku bengong sendiri, mereka selalu ajak aku ngobrol setiap aku mulai bengong lagi. Mereka ngebanyol bahkan sampai salah satu temen aku yang belum kamu kenal dan biasanya pendiam ikut-ikutan lho. Temen-temen aku baik yah, Cay.

Kucay, aku mulai fokus dengan kerjaan aku hari ini bahkan aku juga buat catatan kecil untuk hal-hal yang akan terus aku kejar. Kamu dulu tau aku selalu ingin terlibat di dunia perfilm-an baik di depan maupun di belakang layar kaca kan Cay. Aku akan kejar terus mimpi aku karena aku tau Cay, bahwa kamu juga akan terus kejar surgamu di sana. Aku udah buat catatan dimana aku harus kejar target-target kecil aku dan gak cuma itu, aku juga akan mulai nabung untuk buka usaha kecil aku yang pastinya nanti akan jadi besar. Aku mau buat tempat cuci mobil Cay yang ada tempat makanannya hehehe.. kamu pasti seneng kan denger cita-cita aku yang ini? Aku yakin pasti terbukti, aku laki-laki dan aku gak akan pernah kalah dengan semangat kamu. Kucay, bantu aku yah, setidaknya Kucay pasti bisa ikut bantu dengan sampaikan doa2 aku dari sana kan, Cay? Mau dong pasti, hehe.

Kucay, di hari aku mulai kerja lagi aku pulang agak larut. Ternyata capek Cay udah lama gak kerja membabi buta begini. Badan aku agak capek sih tapi aku pulang ke tempat komunitas aku dulu tadi Cay. Aku mau ketawa-ketawa, Cay, karena kamu tau kan komunitas aku tempatnya orang-orang bercanda. Ya, seperti dugaan aku Cay mereka bener2 orang gila, Cay, akhirnya aku bisa ketawa lagi walaupun belum sampe perut aku sakit sih, Cay. Cay, mendadak saat aku bercanda di sana tadi, aku inget lho  Cay dulu waktu awal-awal aku deket aku main plesetan dan kamu sama sekali enggak ketawa malah kamu sebel sama aku. Kamu inget juga kan, Cay? Pasti inget dooong kan akhirnya kamu ikut-ikuan, Cay. Kita becanda-becanda dan ketawa-ketawa sampe pagi padahal cuma lewat online. Ah rasanya indah banget dulu, kita bebas bicara apa aja. Eh, tuh kan Cay aku jadi inget kamu lagi padahal aku mau bahas temen-temen aku. Ah, Kucay sih aku jadi bahas kita lagi kan, hehe.

Aku pulang akhirnya jam 12 Cay sampe rumah. Ah, kalo kamu masih ada nih pasti aku diomelin kamu. Karena kamu bisa ilfil kalo aku kebiasaan pulang malam. Hehe.. hari ini aja kok cay, yaaah kalo ada hari-hari lain yang penting aku gak akan kebiasaan kok. Cay aku pulang langsung bikin coklat panas, enak deh cay sebelum tidur. Dan sekarang aku udah dikasur nih Cay, aku tulis surat ini di kasur kamar aku, Cay.

Kucay, makasih banyak yah Cay ternyata kamu yang banyak ajarin aku, terima kasih udah singgah dihidup aku, Cay. Semua pemikiran kamu dan mimpi-mimpi kamu menjadikan aku lebih dewasa. Kucay, aku kangen kamu, Cay.  Semua tawa yang lahir dari gengsi kamu enggak bisa aku lupain Cay, tangisan yang pernah aku buat ke kamu juga enggak bisa aku lupain karena itu adalah hal yang paling aku sesalin sampai saat ini.

Cay, aku bangkit karena kamu, Cay. Kamu bisa dengerin doa-doa aku kan, Cay? Kamu bisa kan, Cay? Cay, kalau kamu sempat, lihat aku yah dari sana. Saat kamu lihat aku akan aku pastikan yang kamu lihat adalah senyuman aku, Cay. Aku akan terus tersenyum untuk kamu. Aku ga mau buat kamu enggak tenang dengan keadaan aku yang terpuruk. Aku mau bahagiakan kamu walaupun tanpa kamu di sisi aku lagi. Kalau ada yang Tanya apa aku bisa lupain kamu? Aku yakin aku akan jawab enggak. Gimana aku bisa lupain kamu, Cay? Kamu tau, Cay? Tanpa perlu aku tidurpun, disaat aku pejamkan mata disitu ada wajah kamu.

Cay, surat seperti ini akan aku tulis terus untuk kamu. Kamu akan tetap jadi orang pertama yang tau semua cerita aku. Kamu dulu minta aku janji untuk selalu terbuka kan dengan kamu? Aku akan terus buktiin ke kamu cay bahwa aku pasti akan selalu terbuka ke kamu walaupun kamu enggak ada lagi buat aku. Aku yakin suatu saat kamu baca surat ini, iya kan, Cay? Cay? Aku boleh anggap kamu jawab iya? Enggak apa-apa kan, Cay? Kucay di sana enggak bobo kan? Cay, aku sekarang mulai olahraga lho aku mau jaga kesehatan kamu supaya kamu enggak perlu kuatir lagi di sana. Kucay, “kita” masih ada kan? Sampe saat kamu pergi kita belum ucapin perpisahan. lagipula terlalu indah buat kita pisah, Cay.

Aku udah siapin pertanyaan buat kamu lho saat aku nanti ketemu kamu. aku cuma mau tanya “kenapa kamu harus pergi setelah aku kenal yang namanya Cinta?” kenapa? Kenapa rasa kehilangan segini pahitnya?  Ini pertanyaan yang selalu aku tanya dalam setiap doa aku, Cay, tapi Tuhan belum jawab, Cay.  Nanti kita tanya bareng-bareng yah, Cay.

Ternyata untuk berhentiin air mata saat nulis surat ini susah yah..


Aku kangen kamu, Cay…

Tuesday, January 20, 2015

Berdiri untuk apa?

Mungkin ini adalah kesekian kalinya gua bahas Standup Comedy di blog gua, tapi inilah dunia gua. Gua sendiri mungkin Standup Comedy bukanlah satu-satunya yang gua geluti karena gua masih mempunyai pekerjaan dibidang EO, tapi EO pun hanya salah satunya karena gua juga menjalani beberapa pekerjaan lain yang semuanya menurut gua adalah hasil pengembangan dari Standup Comedy. Inilah kenapa gua angkat Standup Comedy
kembali karena gua MENCINTAI dunia ini dan bukan hanya sekedar tempat mencari rezeki.

Ada yang salah dengan mencari rezeki dari Standup Comedy? Tidak ada. Tidak ada yang salah dan sangat amat tidak salah. Lalu kenapa gua bahas ini? Okey gua akan jabarkan melalui pendapat gua.
Menurut gua Standup Comedy adalah hobi yang membuat gua mempunyai tempat untuk bercerita dengan cara komedi. Hobi atau kegiatan yang gua lakukan ini, perlahan menjadi Passion buat gua. Karena gua melakukan ini atas dasar cinta terhadap bidang ini. Gua adalah salah satu founder dari sebuah komunitas Standup Comedy yang berada di Tangerang, komunitas yang mempunyai akun @standupBTS (Bintaro-Tangerang-Serpong). Awal mula gua mendirikan ini adalah gua
ingin ada tempat latihan (atau yang biasa disebut OpenMic) yang paling dekat dengan rumah gua. Gua sangat menikmati saat opening StandupBts dilakukan dan mulailah dari saat itu banyak comic-comic baru bermunculan. Pasang surut openmic di StandupBTS bukan hal aneh yang terjadi di komunitas gua karena sering terjadi, mulai dari comic yang lebih banyak dari penonton padahal waktu itu comic yang datang cuma 5 orang, sampai penonton ada dan comicnya yang enggak ada.
Pernah juga bahkan Comic ada dan Penonton sudah mulai banyak tapi minggu depannya tempat openmicnya yang tidak ada. Namun seiring waktu karena luasnya area yang dimiliki oleh StandupBTS maka komunitas ini menjadi salah satu komunitas di Indonesia yang mempunyai 2 tempat openmic karena kami dari Tangerang Kota mulai banyak pecinta standup comedy namun terlalu jauh bagi mereka untuk datang ke Bintaro. Hal-hal seperti ini bukan hanya dialami oleh komunitas StandupBTS saja
namun juga dialami oleh komunitas lain diseluruh Indonesia.

Okey mumpung gua tulis mengenai tempat openmic ga ada salahnya kalo gua sedikit menceritakan beratnya sebuah komunitas dengan openmicnya atau mungkin lebih baik kalau gua sebut serunya. Kenapa seru? Karena dari beberapa tempat openmic seluruh Indonesia tidak sedikit menghasilkan beberapa comic yang mempunyai nama besar. Bayangkan dari sebuah komunitas kecil yang terkadang tidak diperhatikan dari beberapa café tempat openmic malah mempunyai comic-comic besar yang sekarang sudah keliling nasional untuk membawakan materinya, padahal dulu banyak pemilik café yang tidak mau mendengarkan materi comic-comic. Dulu gua pernah openmic di Cirebon, kota asal comic SUCI4 yang bernama Yudha Khan dan saat itu gua openmic diatas meja di tempat openmicnya yang hanya di bawah tenda di salah satu tempat pinggiran lapangan futsal tapi di Cirebon. Mereka tetap menikmati openmicnya dan mempunyai penonton tetap, juga Comic-comic loyal terhadap komunitas. Ini hanya salah satu dari komunitas yang gua tau juga pernah openmic di sana dan gua yakin seluruh komunitas Standup Comedy di Indonesia pasti mempunyai pengalaman pahit yang mungkin nanti masih akan mereka hadapi. Tapi apa yang bisa membuat mereka bertahan? Kembali lagi karena cinta mereka terhadap dunia Standup Comedy. 

Mungkin tidak semua materi bisa dinikmati saat openmic namun gua yakin Openmic juga membantu pihak café untuk lebih dikenal. Secara bisnis, pihak café akan lebih untung karena mendapatkan talent gratis tanpa biaya operasional yang besar karena hanya membutuhkan soundsystem yang minim dan juga mereka akan mendapatkan crowd baru, karena seiring bertambah besarnya Standup Comedy di Indonesia maka akan bertambah juga pecinta Standup Comedy dari setiap kota yang
akan mencari tempat openmic untuk mereka latihan atau sekedar menonton secara live. Bukankah secara bisnis Standup Comedy bisa menjadi alternative hiburan yang jauh lebih murah dari Band Akustik yang harus dibayar setiap bulannya? Dibeberapa kota besar seperti Surabaya,Malang,Bogor,Bekasi, dll. Bahkan sudah mempunyai massa tetap yang terus berdatangan sehingga Openmic selalu ramai dan menjadi salah satu icon acara mingguan bagi tiap cafe secara gratis. Jika dilihat secara
bisnis membantu perkembangan Standup Comedy lokal adalah salah satu keuntungan bagi pihak café. Semoga tulisan ini juga ada yang baca dari pihak café.

Setelah gua bahas tentang susahnya para Standup Comedy City Founder atau Admin dan juga ketua Standup Comedy di setiap daerah mendirikan dan menjaga Openmic untuk terus berlangsung. Mungkin sekarang saatnya gua bahas comicnya. Kami (para pendiri Komunitas) yang mendirikan komunitas karena menyukai Standup Comedy adalah orang yang paling tau bagaimana pasang surutnya comic yang naik ke atas panggung Openmic. Gua sendiri mempunyai beberapa comic yang naik ke atas panggung lalu menghilang lagi. Ada yang sudah 2 tahun mengikuti kegiatan openmic di komunitas namun selama 2 tahun total diatas panggung hanya 10 menit. Ada juga yang setelah masuk tv lalu menghilang. Bahkan ada juga yang karena akhirnya ngerasa gak mirip atau gak lucu dengan comic yang dia ikutin dari TV terus menghilang gitu aja. Gua gak masalah cuma yang mau gua bilang kalau mereka serius Standup Comedy bisa dipelajarin karena gua sendiri juga gak lucu-lucu amat tapi gua tetap latihan supaya gimana caranya gua mendapat tawa di atas panggung.  Mungkin gua adalah orang yang gak peduli apapun pendapat orang yang penting gua tetap belajar dan terus usaha. Kenapa gua bilang usaha? Karena gua tau akan ada yang lebih lucu dari gua nantinya tapi bukan berarti gua juga gak mau jadi bertambah lucu dari sebelumnya. Gagal di atas panggung sering. Di cap ga lucu sebelum naik panggung juga sering. Tapi bukan berarti gua berhenti Standup. Gua adalah alumni suci 3 yang bukan juara dan bahkan bukan 5 besar, dicap enggak lucu dari orang-orang karena gua dieliminasi diawal juga ada, tapi bukannya gua sendiri masuk suci 3
mengalahkan ratusan orang saat itu? Kata-kata ini setidaknya obat terbaik gua. Gua pun juga tetap ada job untuk standup atau job karena gua standup seperti skenario dll. Kalaupun job gua ga sebanyak yang lain trus kenapa? Gua masih bisa kerja yang lain kan? Bukannya dulu  sebelum gua Standup juga gua udah punya kerjaan. Apa gua harus berhenti Standup? Gua Standup karena gua hobi dan gua cinta dunia ini. Dunia dimana komunitasnya selalu memikirkan ketawa dan memaksa kita mempunyai sisi pandangan juga pemikiran lain tentang sebuah masalah atau keresahan, maka sangat disayangkan jika ada konflik yang terjadi dari dalam dunia Standup. Karena semua masalah diatas panggung Standup biasanya diselesaikan dengan suara tawa. Kembali lagi ke awal dengan cerita gua soal susahnya mendirikan Standup dan latihan berulang karena rasa suka dengan Standup. Menulis materi lucu bukan hal mudah walau mungkin mudah untuk beberapa orang, jadi ga
ada alasan untuk kita sia-siakan waktu yang udah pernah ada.

Gua kemarin denger salah satu materi comic yang bilang "gua udah 4 bulan ikut standup comedy dan belum pernah masuk TV" baru 4 bulan dan dia udah resah? gimana yang udah lebih dari 1 tahun? Dari awal gua ikut Standup Comedy gua gak pernah berharap untuk gua akan masuk TV, gua cuma berharap kalo gua masuk TV gua akan dipanggil lagi. Bukan karena gua mau terkenal tapi kalo TV mau manggil gua lagi berarti kualitas gua dianggap ada. Yang justru gua sayangkan adalah mau Standup karena cuma mau masuk TV dan akhirnya nyerah. Gua gak mempermasalahkan tujuannya, gua cuma menyayangkan kenapa nyerah? Tapi yang lebih disayangkan kalo sudah masuk TV dan merasa ada yang lebih baik dari mereka trus ujung-ujungnya berhenti padahal dulunya mulai karena hobi bukan karena popularitas. Mungkin juga kalo kita terkenal dan hidup jauh lebih baik akan membuat kita berbeda dari sebelumnya cuma karena ketidaksiapan kita hidup dengan penuh expose sampai lupa dengan apa yang membesarkan kita. Padahal dulunya kita mulai karena hobi atau merasa passion.  

Saat tulisan ini dibuat Suci5 baru mau mulai dan sudah dipilih nama-nama comicnya. Tapi sebelum nama-namanya terpilih gua pernah mendengar kata-kata "kalau gua gak masuk atau eliminasi diawal gua paling kerja blablabla.." terus ga mau Standup lagi? Salah satu temen
gua yang juga Comic bisa menjadi contoh, yaitu Uus dia dieliminasi diminggu awal dan sekarang dia menjadi naik namanya bahkan menjadi host di acara Suci. Apa itu karena dia nyerah? Untuk orang-orang yang ikut Suci bukannya dulu juga orang biasa yang punya kegiatan lain dan ikut openmic karena hobi? Sama seperti hobi bola dengan main futsal, tanpa perlu masuk timnas lapangan futsal tetap rame dan gua belum pernah denger ada orang yang bilang "ah main futsal ga ada duitnya dipanggil timnas juga enggak! Mendingan gua main karambol ajalah! Saingannya dikit!". David Nurbianto comic dari komunitas gua yang salah satu sahabat baik gua yang pernah gagal di audisi Suci3 tapi dia menjadi sekarang bergelar juara di Suci4.

Sempet ada pertanyaan dari gua saat melihat audisi Suci5 kemarin "kok bisa ada sebanyak ini yang ngerasa Standup Comedy-an tapi gak pernah ada di openmic?". Dari jakarta saja ada ratusan orang dan bahkan jika ditotal dari keseluruhan kota berarti ada lebih dari 1000 orang yang mendaftar audisi. Tapi justru 75% bukanlah comic yang sering openmic, kebanyakan dari mereka adalah orang baru yang audisi karena ingin ada di TV. Ternyata memang banyak yang menganggap dirinya lucu tanpa perlu Openmic di Indonesia. Walaupun lebih banyak yang menganggap suaranya bagus dan ikut Indonesian Idol sih.

Mungkin lebay tapi gua cukup takut Standup Comedy kehilangan passionnya. Menurut gua Suci bukan cuma sekedar menjadi juara tapi juga sebenernya tempat belajar. Dari audisi juga bisa menjadi tempat belajar bahkan jika gagal. Saat gagal audisi mungkin kita bisa belajar bagaimana caranya lapang dada, kita bisa belajar untuk menulis dengan materi yang
lebih baik atau belajar cari kerjaan lain. Suci bukanlah surga bagi para comic tapi jadikanlah salah satu tujuan positif dari kerja keras diStandup Comedy. Kalau kita bagus nantinya juga kita bisa maju dengan cara lain. Karena banyak yang tanpa Suci tapi bisa juga hidup di Standup Comedy. Lagian Suci juga bukan tempat yang mudah untuk menjadi juara karena banyak hal yang harus kita siapkan. Dan jika tidak ada rasa passion pasti akan semakin berat. Gua menulis ini karena berharap tetap adanya Standup Comedy yang semakin membaik dan Suci adalah salah satu ajang untuk mengetes potensi Standup kita apakah kita memang pantas untuk juara atau tidak. Harus diakui juga bahwa Suci juga membuat Standup Comedy menjadi lebih besar tapi jika gagal baik di Suci atau dimanapun jangan cepat menyerah. Dan Kalo memang ada yang menganggap bahwa Suci seperti Surga bagi para Standup Comedy-an maka jangan lupa dengan konsep pertanyaan "jika Surga tidak ada
apakah kalian akan mau berbuat kebaikan?" sama dengan Standup Comedy "jika Suci tidak ada apakah kalian akan tetap mau menjadi comic?".

Friday, January 2, 2015

Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru! Yak, ini adalah ungkapan basa-basi diawal tahun. Ungkapan yang sebenarnya hanya ada dinikmati saat kita proses pergantian tahun. Waktu yang seakan-akan memberikan izin untuk kita melakukan pesta atau hingar bingar. Merayakan sesuatu yang hanya berubah secara tanggal dan tidak signikan perbedaannya. Acara tahun baru gak pernah buat gua dari jam 23.59 ke 00.01 menjadikan gua orang yang berbeda dari sebelumnya, enggak membuat perbedaan apapun. Gak ada yang baru hanya dalam waktu sedekat itu tapi cara menyambut kita seakan-akan perubahan itu akan terasa dengan cepat. Gua sih mau aja pesta besar-besaran dan bayar mahal untuk merayakan tahun baru tapi setelah gua hitung mundur terus teriak 3…2…1… SELAMAT TAHUN BARUUUUUUU!! Dan 2 menit kemudian gua naik jabatan.



Banyaknya acara yang yang diadakan untuk merayakan tahun baru, tidak sedikit yang memaksa pengunjungnya harus bayar mahal untuk mengikuti acara tersebut. Bayangkan ada yang bayar sampe 3 juta rupiah untuk acara tahun baruan bahkan mungkin lebih. Dan mereka bayar semahal itu cuma untuk menonton ratusan kembang api di udara dan sisanya acara biasa yang bisa dinikmati tanpa perlu tahun baru. Padahal kalo cuma kembang api aja mereka bisa nikmatin di hari lebaran, emang sih bedanya gak ada hitungan mundur. Misalkan, SEPULUH!!.. SEMBILAN sampai TIGA!!... DUAAAA!!...SATUUUUU!!!! MINAL AIDIN WAL FAIDIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIIIIN!! Kalau emang ada yang merayakan lebaran dengan hitungan mundur itu cuma tukang minta-minta di lampu merah senen! Itu juga ngitungnya dari DUA RATUS! Kalau cuma menikmati hitungan mundurnya, berarti uang 3 juta itu cuma untuk 10 detik? Bayangin 3 juta abis cuma dalam waktu 10 detik, itu kalo gua yang ikut acaranya gua pasti itungnya dari 3 juta lah!
TIGA JUTA!! DUA JUTA!! SEJUTAAA!! SELAMAT TAHUN BARUUUUU!!!

Pertanyaannya, uang 3 juta itu sebanding atau enggak dengan resolusi gua di kedepannya? Atau uang 3 juta itu sudah pantaskah kita gunakan untuk merayakan resolusi kita ditahun sebelumnya?  Atau jangan-jangan resolusi kita ditahun sebelumnya sebenarnya tidak tercapai? Ini yang jadi masalah, uang yang kita keluarkan hanya untuk merayakan kegagalan ditahun sebelumnya dan berharap tercapai ditahun depannya dengan cara bersenang-senang? Kalau ada yang begini seharusnya mereka Jangan seneng-seneng! Seharusnya mereka dirumah merenungi kenapa bisa gagal ditahun sebelumnya.

Alasan gua nulis ini sederhana, karena menurut gua Tahun Baru adalah patokan waktu gua untuk menjadi tolak ukur kemajuan dalam periode 1 tahun. Dan bukan menjadikan keharusan untuk menghambur-hamburkan uang atau gaya hidup mewah. Pemborosan yang dilakukan dalam konsep kembang api pun menurut gua bukanlah hal yang wajar. Gua ini kerja di EO dan gua pernah survey harga kembang api yang bagus untuk dapat dinikmati 5-10 menit bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta dan itu pun belum ditambah dengan membayar perijinan ke pihak kepolisian. Entah yang dinikmati adalah tampilan kembang api di udara atau suaranya. Kalaupun suaranya kan bisa ditayangkan dalam bentuk MP3 atau kalau tampilannya kan bisa pake video ulangan kembang api tahun lalu.

Kalaupun mungkin memang ada yang bilang “biarin sih! Kan ini duit gua sendiri! Biarin dong tiap orang punya cara masing-masing menyambut Tahun Baru” kalaupun memang ada yang bilang begini gua akan jawab “gua gak maksain tahun baru kalian dengan cara yang gua mau, gua tetap mengembalikan pilihak ke kalian masing-masing. Namun semoga kemeriahan tahun baru kalian tetap mengingatkan kalian untuk tetap meraih yang terbaik di tahun kedepannya.” Atau “Silahkan berpesta dengan meriah dan semoga di tahun kedepannya acara tahun baru kalian akan lebih meriah, dengan keberhasilan kalian memenuhi resolusi yang kalian inginkan. Dan semoga acara Tahun Baru kalian bukan hanya jadi alasan untuk bermewah-mewahan menggunakan alasan MENYAMBUT TAHUN BARU”.




Thursday, February 6, 2014

Mereka Terlalu Berani, Kita yang Malas

Mereka terlalu berani kita yang sudah malas

Mungkin ini  adalah topic ke-2 gua yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan Dalangnya Bangsa atau yang biasa kita sebut pemerintahanKenapa mereka disebut dalang? Karena menurut gua merekalah yang menyebabkan akar pengendali negara ini.

Mereka terlalu berani. Betul sekalibanyak hal yangmenurut gua mereka sangat berani dalam mengambil banyak keputusan. Jika kita membahas dari segi kelompok atau golongan bisa dilihat dari Beraninya Demokrat masih menjadi Partai dan juga masih berani ingin ikut dalam pencalonan presiden. Dari mana mereka bisa mengambil kesimpulan, bahwa Rakyat Indonesia akan seberani merekaMereka pikir Rakyat Indonesia akan berani untuk mendukung partai yang banyak menghasilkan keburukanNama-nama seperti Angelina SondakhAndi MalarangengAnasNazarudin yang kemudian disusul Sutan Bathoegana, Allen Marbun danTri Yulianto sudah menjalin hubungan erat dengan KPKsekarangBagaimana mungkin kita akan memilih kembali partai yang visi dan misinya bertolak belakang dengan kenyataannyaMelawan korupsiMungkin maksudnya adalah melawan partai lain untuk korupsi, karena yang boleh menurut mereka cuma DemokratSudah seharusnya iklan Anti Korupsi dari Demokrat diganti menjadi seperti slogan BSI yang diperankan oleh Obama (palsuagar dapat kembali kepercayaan rakyat Indonesia karena akan menimbulkan kesan jujur.mungkin akan lebih baik kita dengar seperti ini Korupsi? Di Demokrat ajah!!”.

Memang banyaknya kasus yang dialami partai yang mempunyai warna biru  itu seharusnya membuat mereka berpikir 1000 kali untuk kembali membentuk partai dan maju ke pemerintahanMungkin mereka lebih cocokmenjadi komunitas gemar memancing setidaknya warna biru yang mereka pakai sebagai almamater akan indah dilihat di atas lautKarena kasihan mereka pasti akan bingung jika menggunakan cara promosi yang samaAtau mungkin selama ini kita saja yang salah mengartikan 4 slogannyaseperti:
  1. Katakan tidak pada korupsi
  2. BersihCerdasSantun
  3. Lanjutkan
  4. Berjuang untuk rakyat
Mungkin kita saja yang selama ini salah mengartikanslogan mereka. Mungkin maksudnya mereka adalahKatakan tidak pada korupsi kecuali mainnya bersih dengan cara cerdas dan tetap terlihat santun kalau sudah begitu ya lanjutkan dengan tetap berpura-pura berjuang untuk rakyat.

Bagaimana mungkin mereka mau angkat slogan yang samaApalagi 3 bintang iklan Demokrat yang anti korupsinya saja sudah terjerat kasus korupsi. Mungkin tinggal tunggu saja kapan anak tercinta dari Presiden kita akan terseret (walaupun agak susah karena banyak cara menutupinya). Ini menarik mengingat  Ruhut pernah mengeluarkan statement “Potong leher saya jika Ibas Korupsi” entah ini adalah tanda kepercayaan diri atau tanda bahwa dia tidak ingin malu setelah sibuk menjilat Ayahnya dengan membela Anaknya karena jika dia digantung maka malunya tidak akan berasaTapi kembali lagi seperti judulnya ini adalah cara yang berani bagi Ruhut untuk bicara seperti ini. Mungkin dia berani karena “jangankan potong leher yang gantung leher aja belum selesai.

Sekarang sang Kepala Negara kita yang memang sangat amat beraniBanyak keberanian yang dia lakukan saat menjalani masa jabatannya sebagai Kepala Negara dari berani bilang tidak pada korupsisementara Partainya bilang iyaberani bilang akan maju paling depan kalau ada yang terbukti korupsi (tapi sampai saat ini tidak pernah atau mungkin maksudnya adalah depan layar twitter), berani curhatsampai berani-beraninya ngerasa selera musiknya bagusdengan buat album yang dia sendiri gak ikutan nyanyi!!. Dan yang paling menarik menurut gua adalahsaat dia memberi keputusan bahwa menteri-menteri dalam kabinetnya tidak boleh menjadi pengurus partai.Tapi kemudian seluruh menteri dari Demokrat menjabat sebagai pengurus partai bahkan dia sendiri berani menjabat 4 kedudukan di partainya. Sungguh keberanian yang polos sekali seakan dia menganggap kita akan lupaapa saja yang dia ucapkanMaaf pak, gua tidak lupa kan media dimana-mana pak.

Keberanian Penduduk Atas lainnya adalah mencalonkan diri jadi pemimpin. Yang gua maksud dengan PendudukAtas adalah penduduk yang merasa dirinya di atas anginMereka berlomba-lomba ingin menjadi pemimpin, baik di daerah atau bahkan Negara. Bahkan ada yang merasa mendapatkan petunjuk dari YME untuk bekerja atas nama rakyatmaaf tapi buat situ petunjuk buat kita musibah. Dari seorang artis penyanyi yang bahkan kita tidak tau lagunya apa atau bahkan saat dia nyanyi, dia sendiri gak tau sedang apasampai ke pemain film yang banyak adegan panasnya padahal badannya gak bagus-bagus amat tapi karena disukain sama raja dangdut ya langsung ngerasa cantikAduh mbak namanya juga Raja Dangdut yaa seleranya Dangdut juga pastinya. Jangan kepedean deh.

Orang-orang yang bahkan berani mencalonkan diri sebagai presiden banyak yang aneh. Yang aneh gua sebut disini bukan yang punya sejarah tersendiri dari Negara ini. Dari Dahlan Iskan yang doyan pencitraanRhomapenyanyi yang doyan kawin sampe Farhat yang doyan gosipin orang lain. Kalo cuma nyari pencitraanpenyanyi doyan kawinsampe tukang gossip, mah.. enggak usah ribet nyari dari 3 orang. Syaiful Jamil aja juga udah cukup!! Lengkap tuh Doi!!

Tapi justru saat mereka yang terlalu berani kita malah malas menanggapi sampai malas untuk terlibat padahal suara kita dibutuhkan untuk menggerakan Negara ini agar jauh dari orang-orang seperti mereka. Jangan mau mereka merasa bahwa seluruh penduduk rakyat Indonesia mau dibayar suaranya untuk Pemilu seperti yang di daerah-daerah. Karena mereka minim pendidikan dan minim biaya hidup makanya mereka mau. Tapi seperti anekdot Undang-undang Dasar pasal 34 “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara sehingga mereka benar-benar dipelihara makanya berkembang lebih banyak. Awalnya, mungkin buat gua ini adalah jokes biasa tapi sekarang gua tau, mereka ingin memelihara semua itu agar tetap banyak yang menjadi bodoh karena jika semakin banyak orang yang mereka pikir bisa dibodoh-bodohin maka itulah kesempatan mereka untuk BERANI MERASA LEBIH PINTAR dari kitaKalau memang mereka malas tapi kita lah yang jangan malas untuk mencoba mengajari mereka bagaimana agar tidak dibodoh-bodohin oleh mereka yang mencoba untuk menjadi pemerintah.

Kalau saja para pemerintah itu mau berusaha untuk membodohi mereka dengan berbagai macam caramengapa sekarang kita tidak bisa? Naif terdengar tapi bisa kita lakukan dari hal kecil yaitu lingkungan sekitarkarena dari hal itu pasti akan merambat menjadi besar.Karena jangan lupa kita ini adalah Negara yang mayoritas penduduknya adalah menengah kebawah dan karena inilah dapat dikendalikan. Dan jika mereka semua dapat dikendalikan maka kitalah yang akan merasakan imbasnya dengan mempunyai Pemimpin yang bisa semakin memburuk. Silahkan pilih hasilnyaseperti judul bukunya SBY “selalu ada pilihan” tapi dia sendiri sudah bukan menjadi pilihan.

Terima Kasih sudah membaca


Dimzy